Mataram, NTB
TribunTipikor.com — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, Jamaah Pengajian Al Hidayah Lingkungan Kekalik Baru, Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram, menggelar wisata religi dan ziarah ke sejumlah masjid bersejarah, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas keimanan.
Sebanyak 40 anggota jamaah mengikuti rangkaian kunjungan yang diawali ke Masjid Raya Hubbul Wathan atau Islamic Center Mataram, ikon kebanggaan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan arsitektur megah bernuansa budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo).
Ketua Pengajian Al Hidayah, Sugeng Prayoga, mengatakan kegiatan bernuansa edukasi keagamaan ini rutin digelar setiap tiga bulan sekali sebagai bagian dari pembinaan spiritual jamaah.
“Kunjungan kali ini kami awali ke Islamic Center sebagai simbol kebangkitan Islam di NTB. Ke depan, masih banyak destinasi religi yang sudah kami agendakan,” ujarnya.
Beberapa lokasi yang masuk dalam rencana kunjungan berikutnya antara lain Masjid Kuno Bayan Beleq di Kabupaten Lombok Utara yang menjadi saksi sejarah awal penyebaran Islam di Lombok, Makam Batu Layar di Lombok Barat, serta Makam Loang Baloq di Kota Mataram yang dikenal sebagai makam keramat.
Tak hanya itu, jamaah juga berencana berziarah ke makam Wali Nyatoq di Desa Rembitan, Lombok Tengah, hingga Makam Keramat Lembar yang unik karena berada di tengah laut, wilayah Lombok Barat.
Menurut Sugeng, wisata religi bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi sarana muhasabah diri dan mempererat silaturahmi antaranggota. “Ini bagian dari ikhtiar kami mempersiapkan hati dan jiwa menyambut Ramadhan,” katanya.
Sementara itu, Abdul Manan, anggota pengajian yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Mataram, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam dalam tradisi Islam.
“Wisata religi menjelang Ramadhan bukan hanya ziarah, tetapi juga tadabbur—merenungi kebesaran Allah dan meneladani sunah Rasulullah. Dari sana kita memperdalam iman lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Ia menambahkan, selain wisata religi, jamaah juga akan menggelar pengajian dan doa bersama untuk keselamatan serta mendoakan para leluhur yang telah wafat.
Dengan semangat kebersamaan, jamaah berharap ke depan dapat memperluas perjalanan religi hingga ke luar daerah, bahkan ke negara-negara muslim seperti Mesir dan Mekkah.
“Semoga Allah memberi kesehatan, umur panjang, dan rezeki agar kami bisa terus belajar, beribadah, dan menapaki jejak peradaban Islam,” pungkasnya.
Melalui wisata religi ini, Jamaah Pengajian Al Hidayah tak hanya menapaki jejak sejarah, tetapi juga meneguhkan langkah spiritual menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih bersih, iman yang lebih kuat, dan ukhuwah yang semakin erat.
(Irwanto)





