PORSEA -Tribun Tipikor Polsek Porsea Polres Toba berhasil menyelesaikan aksi tawuran antar pelajar yang melibatkan sesama pelajar SMA 1 Uluan dan SMK Swasta 4 Parulian Porsea melalui proses mediasi yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Porsea
Mediasi ini berlangsung di Mapolsek Porsea pada Jumat (30/1/2026) dan di hadiri oleh Kapolsek Porsea Iptu Rollys Marpaung, Bhabhinkamtibmas Porsea Brigadir Sondang Hutahaean, Kepala sekolah SMA Swasta 4 Parulian Gifson Nahason Pakpahan, Kepala sekolah SMA N 1 Uluan Juliber Arman Simanjuntak, Personil Polsek Porsea, Orang tua dari kedua belah pihak dan Murid yang bermasalah
Kejadian perkelahian ini bermula Pada hari Jumat tanggal 30 Januari 2026 sekira pukul 15.00 wib di Desa Lumban Nabolon Kecamatan Uluan Kabupaten Toba terjadi perkelahian antara Binsar Sirait ( pelajar SMAN 1 Uluan ) dengan Piter Hasibuan ( Pelajar SMK Swasta 4 Parulian Porsea ) yang disaksikan oleh teman dari masing-masing dan selang beberapa saat perkelahian, masyarakat sekitar desa Lumban Nabolon yang melihat kejadian membubarkan perkelahian.
Tak puas sampai disitu, sekira pukul 17.00 Wib, para murid yang berkonflik bertemu di depan SPBU Porsea yang mengakibatkan terjadinya perkelahian
Mendapati informasi tersebut, personil Polsek langsung ke lokasi depan SPBU Porsea dan membawa para murid yang berkonflik ke Polsek Porsea
Untuk meredam ketegangan, kedua belah pihak diundang ke Kantor Polsek Porsea, di mana Kapolsek Iptu Rollys Marpaung memberikan pengarahan dan pemahaman kepada para remaja dan orang tua.
Dalam proses mediasi, Kapolsek Porsea Iptu Rollys Marpaung menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan menyelesaikan konflik dengan cara-cara yang baik tidak harus sampai pada aksi-aksi yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Dalam arahannya, Kapolsek berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Beliau juga menghimbau kepada seluruh pihak, khususnya para pelajar, untuk selalu mengedepankan perdamaian dan menyelesaikan masalah dengan cara yang bijak.
Setelah mendapatkan pemahaman dari Kapolsek, baik orang tua maupun para remaja yang terlibat akhirnya sepakat untuk berdamai dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Kedua belah pihak menyadari bahwa perkelahian hanya akan memperburuk keadaan, sehingga memilih untuk menghindari konflik lanjutan.
Kapolsek mengapresiasi kerjasama semua pihak dalam proses mediasi ini dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Kami berharap para remaja lebih berhati-hati dalam berperilaku, dan orang tua juga terus memantau anak-anaknya agar tercipta lingkungan yang aman dan damai di Kabupaten Toba” ujar Kapolsek Iptu Rollys Marpaung
Dengan selesainya proses mediasi ini, diharapkan hubungan antar warga di kedua wilayah dapat kembali harmonis, serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas mereka dengan tenang tanpa ada kekhawatiran akan terjadinya konflik. ( p.s )





