Kualitas Pekerjaan Jalur 2 Tambak Sari Disorot Tajam : Aspal Terkelupas, Drainase Gagal Fungsi, Anggaran Rp 35 Miliar Patut Dipertanyakan

Sumbawa Barat NTB – tribun tipikor .com —
Proyek peningkatan jalan Jalur 2 Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, yang menelan anggaran fantastis Rp35 miliar, kini menuai kecaman keras dari pemerintah desa dan masyarakat. Proyek yang dikerjakan oleh PT. Metro Lestari tersebut diduga kuat dikerjakan asal jadi dan jauh dari standar kualitas yang seharusnya.

Ironisnya, meski proyek baru saja rampung, kondisi fisik jalan di sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. Aspal di sejumlah titik terlihat terkelupas, rapuh, dan tidak merata, memunculkan dugaan lemahnya mutu material maupun metode pelaksanaan pekerjaan.
Kepala Desa Tambak Sari, Suhardi, SE, secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap kualitas proyek tersebut.

“Ini sangat kami sayangkan. Baru selesai dikerjakan, tapi aspal sudah terkelupas di beberapa titik. Anggarannya Rp35 miliar, bukan uang kecil. Masyarakat berharap jalan ini tahan lama, bukan proyek asal selesai lalu rusak,” tegas Suhardi.

Tak hanya kualitas pengaspalan, pekerjaan drainase juga menjadi sorotan serius. Saluran air yang dibangun justru diduga gagal fungsi. Akibatnya, sejumlah rumah warga kini kerap terendam banjir setiap hujan turun, karena aliran air tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Drainasenya bukan menyelesaikan masalah, tapi malah menciptakan masalah baru. Air meluap ke pemukiman warga. Ini bukti pekerjaan yang tidak direncanakan dan diawasi dengan baik,” tambahnya.

Di tengah kondisi infrastruktur yang dinilai amburadul tersebut, beredar kabar bahwa Gubernur NTB, L. Muhammad Iqbal, dijadwalkan akan meresmikan proyek ini dalam waktu dekat. Informasi ini justru memicu gelombang tanda tanya dan kekecewaan di tengah masyarakat.
Warga mempertanyakan urgensi dan kelayakan peresmian, mengingat proyek masih menyisakan persoalan serius dan diduga belum memenuhi standar kualitas.

“Apakah pantas proyek seperti ini diresmikan? Kami minta jangan ada serah terima atau peresmian sebelum kontraktor bertanggung jawab penuh dan memperbaiki semua kerusakan,” tegas Suhardi.

Lebih lanjut, Pemerintah Desa Tambak Sari mendesak dilakukan audit teknis menyeluruh, khususnya terhadap ketebalan dan mutu aspal, serta sistem drainase yang dinilai bermasalah. Audit dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan anggaran dan penurunan spesifikasi teknis.

Suhardi juga secara tegas meminta Gubernur NTB meninjau ulang rencana peresmian, dan turun langsung melihat kondisi lapangan agar tidak terkesan melegitimasi proyek bermasalah.

Hingga berita ini diturunkan, PT. Metro Lestari belum memberikan klarifikasi atau keterangan resmi terkait berbagai keluhan teknis, kerusakan jalan, maupun dampak banjir yang dialami warga.

Publik kini menanti sikap tegas pemerintah daerah dan aparat pengawas, agar proyek bernilai puluhan miliar rupiah ini tidak menjadi monumen pemborosan anggaran dan kegagalan pengawasan.

( Irwanto )

Pos terkait