PEMKAP TAPUT PERKUAT STANDAR KINERJA ASN FOKUS PADA DISPLIN DAN PELAYANAN PUDLIK YANG HUMANIS

Tapanuli utara Tribun Tipikor


Pemerintah Wakil bupati Kabupaten Tapanuli utara menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penguatan disiplin dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN). Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Tapanuli utara Dr, Deni lumbantoruan M.Eng dalam arahan koordinasi bersama pejabat eselon II, III, lurah dan kepala UPT di halaman kantor Bupati, Senin(19/1/2026).

Dalam pengarahan tersebut, Wakil Bupati Dr Deni.lumbantoruan M.Eng .menekankan bahwa aparatur pemerintah harus menunjukkan integritas melalui pola kerja yang disiplin dan terukur. Lebih dari sekadar hadir di kantor, ia menegaskan bahwa kedisiplinan tercermin dari penyelesaian tugas dan kemampuan memberikan pelayanan tepat waktu.

Menurut Bupati, setiap pejabat harus memahami fungsi dan posisi strategis mereka, termasuk bagaimana memanfaatkan peluang kerja sama dengan kementerian dan lembaga pusat untuk menarik program pembangunan ke daerah. Ia menilai, pengelolaan pelayanan publik tidak boleh hanya bertumpu pada APBD, namun harus membuka akses terhadap program pemerintah pusat yang bisa mendukung pencapaian visi daerah.


‎“Setiap ketidakhadiran jam 07.45 hinga 16.15 wiB harus memiliki alasan yang jelas dan dilaporkan melalui sistem yang tersedia. Apabila sistem mengalami kendala, agar segera dilaporkan secara manual atau offline. Tidak ada alasan atau pembenaran tanpa laporan. Semua harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Wakil Bupati.

‎Selain disiplin kehadiran, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya keandalan (reliable) ASN dalam melaksanakan tugas sesuai dengan uraian jabatan masing-masing serta memastikan keberlanjutan kinerja yang berorientasi pada hasil.

‎Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, ASN diingatkan untuk menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

‎“Respon yang cepat menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan serius menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat, baik di bidang kesehatan, pelayanan air minum, administrasi kependudukan, sosial, dan sektor lainnya,” ujar Wakil Bupati.

‎Lebih lanjut, Wakil Bupati menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah tanpa ego sektoral. Seluruh perangkat daerah diminta untuk bersikap proaktif, saling mendukung, dan tidak saling melempar tanggung jawab. Apabila terdapat kendala dalam koordinasi dan kolaborasi, agar segera dilaporkan kepada asisten terkait.

‎Mengakhiri arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa kepemimpinan dan keteladanan merupakan kunci keberhasilan reformasi birokrasi. Para pimpinan perangkat daerah dan pejabat struktural diharapkan menjadi contoh nyata bagi bawahannya dalam kedisiplinan, integritas, dan etos kerja.

‎“Kesadaran disiplin harus dibangun secara top-down. Pimpinan harus memberi teladan. Target kita, sebelum satu tahun masa kepemimpinan Bupati, tingkat ketidakhadiran ASN lebih dari tiga hari dalam sebulan dapat ditekan hingga di bawah dua persen,” demikian penegasan Wakil Bupati.(p.s)

Pos terkait