WONOGIRI – Tribun Tipikor
Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa di sejumlah sekolah dasar di Wonogiri kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat luas. Insiden yang berawal dari penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (9/1) tersebut, saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Dugaan keracunan massal ini mencakup beberapa sekolah, di antaranya SDN Kutolawas dengan 25 siswa dan SDN Pandean 03 dengan 26 siswa terdampak. Gejala yang dialami para siswa seragam, yakni mual, muntah, demam, hingga diare hebat.
Penyelidikan Pihak Terkait
Mengingat dampaknya yang meluas di sejumlah sekolah, kasus ini tidak lagi hanya menjadi urusan internal sekolah dan mitra.
Pihak berwenang dan instansi terkait dilaporkan tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan massal tersebut. Penyelidikan difokuskan pada kelayakan bahan baku serta prosedur penyajian menu bakso, mie ayam, dan susu yang dibagikan kepada siswa.
Masyarakat Wonogiri, khususnya para orang tua siswa, menaruh perhatian serius terhadap insiden ini. Banyak wali murid yang mempertanyakan standar kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka.
“Kasus ini harus diusut tuntas. Kami selaku orang tua menduga penyajiannya memang tidak layak.
Jangan sampai program niatnya baik, tapi anak-anak kami yang jadi korban karena kelalaian penyedia,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Tanggung Jawab Mitra (Arka Net)
Di sisi lain, Ari selaku mitra MBG dari Arka Net, mengakui adanya laporan tersebut dan menyatakan permohonan maaf secara terbuka. Ia berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan para siswa.
“Kami menyadari ini menjadi perhatian publik. Kami sudah meminta maaf dan mengganti biaya pengobatan. Kami bersyukur semua siswa hanya rawat jalan dan sudah banyak yang kembali masuk sekolah pada Rabu ,” ungkap Ari.
Laporan resmi yang ditandatangani oleh Kepala SDN Kutolawas, Marti, S.Pd.SD., M.Pd., kini menjadi salah satu basis data dalam evaluasi program MBG di wilayah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu hasil resmi dari penyelidikan pihak terkait guna menjamin keamanan konsumsi siswa dikemudian Hari.





