Sinergi Pengadaan Tanah di Sumatera Selatan Menjamin Kepastian Hukum PSN

PALEMBANG –tribuntipikor online

Pemerintah terus memacu akselerasi pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan guna memenuhi target penyelesaian sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) pada tahun 2026.

Salah satu aspek krusial yang kini menjadi fokus utama adalah penguatan sinergi antarinstansi dalam proses pengadaan tanah jalan tol agar berjalan tertib dan memiliki kepastian hukum.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Pengadaan Tanah PSN Jalan Tol di Sumatera Selatan yang digelar di Palembang, Selasa 13 Januari 2026.

Pertemuan ini menjadi krusial mengingat kompleksitas pembebasan lahan seringkali menjadi tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur berskala besar.

Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Banyuasin, Dhona Fiermansyah Lubis, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor adalah kunci utama untuk menjamin kelancaran di lapangan.

Menurutnya, proses pengadaan tanah tidak hanya soal teknis pembebasan lahan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem pembangunan yang aman secara hukum.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi antarinstansi,” terang Dhona dalam keterangannya.

“Kami ingin memastikan adanya kelancaran, keamanan, serta kepastian hukum dalam setiap tahapan pelaksanaan PSN,” ujar Dhona.

Ketepatan Waktu dan Manfaat Publik Pemerintah menargetkan seluruh jaringan jalan tol di Provinsi Sumatera Selatan dapat terkoneksi sepenuhnya pada akhir 2026.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, akuntabilitas dalam pengadaan tanah menjadi harga mati.

Dhona menambahkan bahwa tertib administrasi akan mencegah terjadinya sengketa di masa depan yang dapat menghambat keberlanjutan proyek.

Lebih lanjut, ia berharap melalui pengawasan yang ketat dan koordinasi yang solid, pembangunan jalan tol ini tidak hanya sekadar mengejar target fisik, tetapi juga membawa dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat setempat.

“Kami berharap pembangunan jalan tol di Sumsel terlaksana secara tertib, aman, tepat waktu, dan berkelanjutan,” tegasnya.

“Tujuan akhirnya adalah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat luas,” jelas Dhona yang juga menekankan pentingnya manajemen risiko (QRMP) dalam proses ini.

Kehadiran infrastruktur jalan tol di Sumatera Selatan diproyeksikan akan memangkas biaya logistik secara signifikan dan mempercepat konektivitas antarwilayah yang pada akhirnya akan menggerakkan roda ekonomi regional secara lebih inklusif. (ful/Ar)

Pos terkait