Blora Jawa Tengah, tribuntipiklr.com //
Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDTT RI, mewakili Menteri Desa PDTT menghadiri Kenduri Desa dan penggalangan dana peduli bencana Sumatera yang digelar di Alun-alun Kabupaten Blora, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Desa Tingkat Kabupaten Blora Tahun 2026.
Yang jatuh/tepatnya besuk pada tanggal 15 Januari 2026.
Acara tersebut dihadiri sekitar 4.000 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, hingga kepala desa dan perangkat desa dan perwakilan BPD, BUMDES dan BUMDES-ma serta pendamping desa/pendamping lokal se-Kabupaten Blora.
Hadir langsung Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Dr. H. Tabrani, M.Pd, serta Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati Blora Dr. H Arief Rohman, S.IP, MSi, menyampaikan bahwa peringatan Hari Desa memiliki makna strategis bagi pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 23 Tahun 2024 yang menetapkan 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional.
Sedangkan Ketua Pradja (Persatuan Kepala Desa Blora) Kabupaten Blora Agung Heri susanto, ST. MM. yang juga Kepala Desa Sidorejo kecamatan Kedungtuban selaku ketua panitia pelaksana acara Kenduri HUT desa dalam sambutan prakata panitia mengatakan bahwa dalam rangka HUT / kenduri desa ini mengambil tema/tagline “MEMBANGUN DESA MEMBANGUN INDONESIA” serta menyatakan bahwa Desa lebih tua daripada Negara. Maka dalam membangun negara perlu diawali dari membangun desa, dan untukenuju kokohnya kedaulatan negara juga dukungan dari desa.
“Penetapan Hari Desa menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional dan garda terdepan pelayanan kepada masyarakat,” kata Arief Rohman.
Ia menjelaskan, tema Hari Desa 2026 yakni “Bangun Desa, Bangun Indonesia; Desa Terdepan untuk Indonesia” menekankan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kemajuan desa-desa di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Blora.
Arief Rohman juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah desa mandiri di Blora. Berdasarkan Indeks Desa Mandiri, jumlah desa mandiri meningkat dari 15 desa pada 2024 menjadi 35 desa pada 2025.
“Ini capaian yang patut disyukuri dan diharapkan dapat diikuti oleh desa-desa lainnya dengan terus berinovasi,” ujarnya.
Meski demikian, Arief Rohman mengingatkan agar keterbatasan anggaran, baik dari pusat maupun daerah, tidak mengurangi kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Dr. H. Tabrani, memberikan apresiasi atas pelaksanaan peringatan Hari Desa di Blora yang dikemas secara berbeda melalui doa bersama dan aksi sosial.
“Kegiatan ini mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat desa yang sangat kuat,” ujar Tabrani.
Ia menegaskan bahwa kebijakan pembangunan desa saat ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
“Berbagai program seperti Koperasi Desa Merah Putih, dapur SPPG, hingga sekolah rakyat merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” jelasnya.
Tabrani juga mengapresiasi inisiatif Pemkab Blora dalam mengembangkan desa tematik, termasuk pertanian padi organik, serta keberadaan ratusan koperasi yang telah berjalan di wilayah tersebut.
Melalui penggalangan dana peduli bencana Sumatera, Pemkab Blora berharap bantuan yang terkumpul sebanyak 225 juta dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah serta memperkuat semangat solidaritas dan kemanusiaan. Salam membangun desa membangun Indonesia. Tribuntipikor.com_biro_blora_(@_hiemin)





