Kadinkes Kuningan Ajak Masyarakat Waspadai Influenza, Terapkan PHBS dan Kenali Tanda Bahaya Sejak Dini

KUNINGAN —Tribun Tipikor.com

Meningkatnya perhatian terhadap penyebaran influenza menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan dan menjaga kesehatan keluarga. Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mengajak masyarakat agar tetap waspada, mengenali gejala sejak dini, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tanpa menimbulkan kepanikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, menjadi figur yang relevan dalam penguatan edukasi kesehatan masyarakat, khususnya mengenai pencegahan penularan influenza, perlindungan kelompok rentan, dan pentingnya memperoleh penanganan medis ketika muncul gejala yang mengarah pada kondisi serius.Jum’at ( 9/10/2026)

Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian Lebih

Influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menyerang siapa saja. Namun, sejumlah kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, antara lain bayi dan balita, lanjut usia, ibu hamil, penderita penyakit penyerta, serta orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Oleh sebab itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, maupun ruang publik.

Masyarakat juga diharapkan tidak mengabaikan gejala yang muncul. Mengenali kondisi tubuh sejak awal dan mengambil langkah yang tepat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko penularan sekaligus mencegah kondisi kesehatan berkembang menjadi lebih berat.

Enam Langkah Sederhana untuk Mencegah Penularan

Sebagai bagian dari edukasi kesehatan, Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar menerapkan sejumlah langkah pencegahan yang mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan ini membantu menjaga kebersihan tangan, terutama setelah beraktivitas di tempat umum, sebelum makan, dan setelah batuk atau bersin.

Kedua, menggunakan masker ketika mengalami gejala gangguan pernapasan atau berada di tempat ramai. Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Ketiga, menerapkan etika batuk dan bersin. Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam, kemudian buang tisu pada tempatnya dan bersihkan tangan.

Keempat, beristirahat di rumah ketika sakit. Masyarakat yang mengalami gejala influenza sebaiknya membatasi kontak dekat dengan orang lain, terutama kelompok rentan.

Kelima, menjaga daya tahan tubuh melalui istirahat yang cukup dan konsumsi makanan bergizi seimbang. Kebiasaan hidup sehat perlu dijadikan bagian dari rutinitas, bukan hanya
dilakukan ketika penyakit mulai merebak.

Keenam, mempertimbangkan vaksinasi influenza sesuai anjuran tenaga kesehatan. Vaksinasi dapat membantu menurunkan risiko influenza dan komplikasinya, meskipun tidak memberikan perlindungan mutlak terhadap seluruh jenis virus influenza.

Kenali Gejala Berat, Jangan Menunda Pemeriksaan

Selain mendorong pencegahan, masyarakat perlu memahami tanda bahaya yang membutuhkan penanganan medis segera.
Gejala yang patut diwaspadai meliputi sesak napas atau napas cepat, nyeri dada yang menetap, tubuh sangat lemah, kebingungan, kejang, serta kondisi yang sempat membaik tetapi kemudian kembali memburuk.

Apabila mengalami tanda-tanda tersebut, masyarakat disarankan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Khusus bagi bayi, balita, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta, pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan lebih awal apabila muncul gejala yang mengkhawatirkan.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan bahwa influenza disebabkan oleh virus. Karena itu, antibiotik tidak digunakan untuk mengobati infeksi influenza itu sendiri. Penggunaan antibiotik hanya dilakukan apabila terdapat indikasi medis tertentu, seperti infeksi bakteri yang memerlukan pengobatan tersebut, berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.

Perkuat Edukasi, Bangun Kesadaran Kesehatan Bersama

Upaya menghadapi influenza tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Edukasi kesehatan yang berkelanjutan, kebiasaan hidup bersih, kepedulian terhadap anggota keluarga yang sakit, serta kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun perlindungan bersama.

Dalam konteks tersebut, peran Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan dr. H. Edi Martono, MARS, menjadi penting dalam mendukung penyebaran informasi kesehatan yang tepat, mudah dipahami, dan dapat diterapkan masyarakat.

Informasi mengenai perkembangan influenza juga perlu disampaikan secara proporsional berdasarkan data surveilans dan keterangan resmi. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan secara tepat tanpa terpengaruh informasi yang menyesatkan atau menimbulkan kepanikan.

Pesan utamanya jelas: waspada bukan berarti panik. Kenali gejalanya, cegah penularannya, lindungi kelompok rentan, dan segera cari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya.

Melalui kesadaran bersama dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, masyarakat diharapkan mampu menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekaligus mendukung upaya pencegahan influenza di Kabupaten Kuningan.

andri hdw

Pos terkait