Viral di WhatsApp Warga Bantaeng, Mobil Kijang Diduga Bolak-Balik Isi BBM di SPBU Parasula, Netizen Curiga

Tribun TIPOKORO

  1. Viral di WhatsApp Warga Bantaeng, Mobil Kijang Diduga Bolak-Balik Isi BBM di SPBU Parasula, Netizen Curiga
  2. Warga Keluhkan Antrean di SPBU Parasula: Setengah Jam Menunggu, Mobil Depan Keluar-Masuk Dua Kali
  3. Sorotan Warga di SPBU Parangssula Bantaeng: Barkot Apa Dipakai Hingga Bisa Keluar-Masuk SPBU?

BANTAENG – Tangkapan layar keluhan warga terkait pelayanan di salah satu SPBU di Kabupaten Bantaeng beredar luas di grup WhatsApp warga dalam beberapa hari terakhir.

Dalam narasi yang beredar tersebut, warga mengeluhkan adanya sebuah mobil minibus yang mengisi bahan bakar dengan durasi yang sangat lama dan diduga keluar-masuk SPBU yang sama sebanyak dua kali.

Berikut kutipan lengkap narasi warga tersebut yang beredar:

“setengah mati kita menunggu dibelakangnya mobil ini. saya heran, apa yg diisi diatas mobil ini, sehingga lama sekali, ada sekitar setengah jam diisi. dan mobil saya yg dibelakang, belum diisi, ternyata mobil ini sudah dua kali lagi keluar masuk di SPBU ini, barkot apa yang dia pakai sehingga kerjanya keluar masuk saja di SPBU 74.92402. Parangssula Desa Bonto Jai Kecamatan Bissappu Kab. Bantaeng Sulawesi Selatan.”

Pelapor juga menambahkan kekecewaannya terkait sistem barcode atau kuota BBM subsidi di SPBU tersebut. Ia menulis:

“SPBU kooocak ……….. bahkan pernah saya keberatan di SPBU ini lantaran barkot mobilku (kuotaku sebanyak Rp. 1.200.000; / satu juta dua ratus ribu perhari) habis terjual disini. saya tahu karena SPBU yg sy tempati membeli terakhir dia bilang sdh habis kuotanya. Dia yg beritahu saya waktu itu.”

Dari foto yang beredar, terlihat sebuah mobil Toyota Kijang warna silver dengan nomor polisi DD 8539 RR sedang melakukan pengisian di salah satu dispenser SPBU.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU 74.92402 Parangssula belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme pengisian BBM dengan barcode dan dugaan kendaraan yang keluar-masuk SPBU dalam waktu berdekatan.

Warga berharap pihak Pertamina Patra Niaga dan aparat terkait dapat melakukan pengawasan di SPBU tersebut, agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak merugikan konsumen lain yang antre.

(Editor) Asdar Dg naba

Pos terkait