Sambut Hari Jadi Taput Pemkab Taput bagikan 257 unit alsintan untuk petani
Taput Tribun Tipikor
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara menyalurkan sebanyak 257 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani sebagai upaya meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.
“Bantuan ini diserahkan untuk mendorong peningkatan produksi pertanian serta membangkitkan semangat para petani lokal dalam meningkat hasil pertanian panen khususnya tapanuli Utara kata Bupati Tapanuli Utara.DrJoniusTP
Hutabarat S.Si M.Si di Lapagan serbaguna Tarutung Jumat
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan mencakup berbagai jenis mesin pertanian, seperti mesin combine harvester, traktor roda dua, traktor roda empat, thresher (mesin perontok), untuk meningkatkan pertanian dan hasil Petani ke depan
JTP mengatakan jumlah alsintan yang dibagikan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu, di mana sebelumnya traktor roda dua hanya terbatas dan traktor roda empat juga Terbatas
“Tahun ini menigkat kita targetkan untuk mengejar peningkatan produksi,
Selain membagikan bantuan alat pertanian, Pemkab Tapanuli
Guna menghindari monopoli oleh kelompok tertentu seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Tapanuli Utara melibatkan para PPL dalam penyerahan bantuan ini.
kata kadis pertanian V.siagian menjelaskan bahwa sistem pembagian kini dilakukan per desa karena dalam satu desa terdapat beberapa kelompok tani.
Sedangkan pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat dan desa dengan penanggung jawab kepala bersama kelompok-kelompok tani.
“Alat pertanian ini sifatnya gratis untuk meringankan biaya operasional petani. Petani tidak perlu lagi menyewa, cukup mengumpulkan uang secara swadaya untuk membeli bahan bakar,” jelasnya.
Penyaluran alsintan ini difokuskan secara merata ke hampir seluruh kecamatan, terutama wilayah yang sebelumnya terdampak banjir. Dari kecamatan di Tapanuli Utara kecamatan yang sempat dilanda banjir.
Bupati Dr.JoniusTP.HutabaratS.Si M.Si juga menegaskan komitmen Pemkab dalam mengawasi penggunaan bantuan alsintan ini. Pihaknya tidak akan mentolerir jika ada oknum yang mencoba memperjualbelikan atau membawa bantuan tersebut keluar dari daerah.
“Jika ada yang menjual atau membawa alat ini ke daerah lain, akan langsung kita proses secara hukum. Tim penyuluh di lapangan,PPL Muspika, hingga Dinas Pertanian akan mengawasi secara ketat. Jangan sampai ada penjualan, bahkan keributan antar warga di kecamatan gara-gara alat ini pun tidak boleh terjadi,” tegas bupati (p.s)





