Banyumas, Tribun Tipikor
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap bersama Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Banyumas menggelar pengawasan dan pengecekan lapangan terhadap keberadaan 14 Tenaga Kerja Asing (TKA) di pabrik hebel PT INS, Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan pengawasan bersama tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap, Mukhlis Akbar, serta Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakerin Kabupaten Banyumas, Retno Yuli.
Pemeriksaan berlangsung mulai pukul 09.40 hingga 11.00 WIB dalam suasana tertib, kondusif, dan kooperatif. Pihak manajemen perusahaan juga menunjukkan keterbukaan penuh selama proses pemeriksaan.
“Pemeriksaan ini bertujuan memverifikasi keabsahan dokumen keimigrasian dan ketenagakerjaan para pekerja asing tersebut,” ujar Mukhlis Akbar di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan langsung terhadap berkas fisik di lapangan, tim gabungan memastikan bahwa seluruh TKA memiliki dokumen lengkap, sah, dan masih berlaku. Dokumen yang dicek meliputi Paspor, Izin Tinggal Terbatas (ITAS), serta Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).
Hasil peninjauan juga memastikan bahwa dokumen RPTKA untuk PT INS telah resmi diterbitkan oleh pemerintah pusat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jumlah TKA yang terdaftar memang benar 14 orang atas nama perusahaan PT INS.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi dan kepatuhan regulasi, manajemen PT INS Rawalo menyatakan kesediaannya untuk menyampaikan laporan berkala serta rutin berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Disnakerin Kabupaten Banyumas terkait operasional TKA ke depan.
Disnakerin Kabupaten Banyumas menyambut baik iktikad kooperatif tersebut.
“Sinergi berkelanjutan antara Imigrasi Cilacap dan Disnakerin Banyumas diharapkan terus memperkuat tata kelola pengawasan warga negara asing yang akuntabel, sekaligus menciptakan iklim investasi dan usaha yang tertib, transparan, serta kondusif di wilayah Kabupaten Banyumas,” kata Retno Yuli ( Haryanti )





