Bupati Tampar Tudingan : BBM Langka Karena Kapal Terlambat , Bukan Pemda Tak Bekerja

Pasokan Mulai Dipulihkan, 16 KL BBM Dikirim ke SPBU Lape Masyarakat Apresiasi Atensi Pemda Atasi Kelangkaan

Sumbawa Besar NTB TribunTipikor.com
Sorotan tajam masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumbawa akhirnya mendapat jawaban langsung dari Pemerintah Daerah.

Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bukan semata-mata persoalan distribusi di tingkat daerah, melainkan dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM akibat faktor cuaca.

Kondisi tersebut sempat membuat masyarakat, khususnya petani dan nelayan, kesulitan mendapatkan BBM untuk menunjang aktivitas mereka.

Namun, Pemda Sumbawa memastikan persoalan tersebut mulai ditangani.

Kepada awak media TribunTipikor.com, Senin (10/8/2026), Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot menyampaikan bahwa pasokan BBM sudah mulai kembali tersedia setelah kapal tiba di FIT Badas.

“Alhamdulillah, sekarang sudah dapat diatasi. Kapal sudah tiba di FIT Badas dan pengiriman 16 KL ke SPBU Lape dan beberapa SPBU di kab Sumbawa untuk segera mengatasi persoalan petani dan nelayan yang beberapa hari dihadapkan dengan persoalan kelangkaan BBM,” jelas Jarot.»

Pernyataan Bupati tersebut sekaligus menjadi jawaban atas keresahan publik yang beberapa hari terakhir mempertanyakan kondisi pasokan BBM di sejumlah wilayah Sumbawa.

Bagi masyarakat, persoalan BBM bukan sekadar antrean panjang di SPBU. Bagi petani, BBM berkaitan langsung dengan aktivitas pertanian. Begitu pula bagi nelayan, ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor penting untuk melaut.

Karena itu, keterlambatan pasokan selama beberapa hari berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat kecil.

Bukan Sekedar Jawaban Publik Menunggu Pasokan Benar Benar Normal

Klarifikasi Bupati Sumbawa mendapat apresiasi dari masyarakat yang berharap langkah cepat pemerintah tersebut benar-benar mampu mengakhiri kelangkaan BBM di lapangan.

Pengiriman 16 KL BBM ke SPBU Lape menjadi langkah konkret yang diharapkan dapat segera dirasakan petani, nelayan, maupun masyarakat pengguna BBM lainnya.

Meski demikian, publik tentu tidak hanya membutuhkan penjelasan, tetapi juga memastikan pasokan benar-benar normal dan tidak kembali terjadi antrean panjang maupun kekosongan BBM di SPBU.

Persoalan ini menjadi pengingat bahwa distribusi BBM di daerah kepulauan seperti Sumbawa sangat rentan terhadap gangguan cuaca dan transportasi laut.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar ketika terjadi gangguan distribusi, langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat sebelum kelangkaan meluas.

Untuk sementara, langkah Pemda Sumbawa menangani persoalan tersebut mendapat respons positif masyarakat.

Kini yang ditunggu bukan lagi sekadar janji pasokan, tetapi bukti bahwa BBM benar-benar kembali tersedia dan petani serta nelayan tidak lagi dibuat resah oleh kelangkaan.
( Irwanto )

Pos terkait