Paviliun Miftah Faridl dan Sodik Mudjahid Diresmikan di PUSDAI, Sodik: Jangan Lupakan Sejarah Dakwah

TRIBUNTIPIKOR.COM
Selasa, 11 Agustus 2026

Dua tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah awal Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, M.A. dan Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., kini diabadikan melalui nama dua paviliun di Area VIP PUSDAI Jawa Barat, Jalan Diponegoro No. 63, Kota Bandung.
Peresmian Paviliun Miftah Faridl dan Paviliun Sodik Mudjahid dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang dakwah dan pendidikan Islam di Jawa Barat, khususnya kontribusi kedua tokoh sejak masa awal berdirinya PUSDAI.

Selain seremoni peresmian, kegiatan juga diisi dengan press conference bersama Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. di Paviliun PUSDAI. Dalam kesempatan tersebut, awak media memperoleh kesempatan menggali berbagai hal terkait sejarah PUSDAI, perjalanan dakwah serta makna pengabadian nama kedua tokoh.

Berdasarkan keterangan yang tercantum dalam materi peresmian, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, M.A. merupakan pimpinan pertama PUSDAI Jawa Barat.
Ia disebut sebagai ulama dan cendekiawan yang turut meletakkan fondasi sekaligus menanamkan ruh dakwah sejak awal berdirinya PUSDAI.

Di bawah kepemimpinannya, PUSDAI berkembang bukan hanya sebagai bangunan, tetapi menjadi rumah besar umat, tempat bertemunya ulama dan umara, berkembangnya ilmu serta dakwah yang menyejukkan dan mencerahkan.

Sementara itu, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. merupakan Wakil Pimpinan pertama PUSDAI Jawa Barat.
Sodik Mudjahid disebut sebagai sosok intelektual dan organisator yang bersama-sama turut meletakkan fondasi kelembagaan serta menghidupkan semangat dakwah PUSDAI sejak masa awal.

Pengabdiannya kemudian berkembang melalui berbagai bidang, termasuk membangun dan mengembangkan Darul Hikam, mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI, hingga dipercaya dalam kepemimpinan BAZNAS Republik Indonesia.

Merawat Sejarah, Bukan Sekadar Memberi Nama
Pengabadian kedua nama tersebut dinilai memiliki makna lebih luas daripada sekadar penamaan fasilitas.
Paviliun Miftah Faridl dan Paviliun Sodik Mudjahid menjadi pengingat bagi generasi muda mengenai sejarah perjalanan PUSDAI serta keteladanan para tokoh yang ikut membangun lembaga tersebut.

Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kembali semangat dakwah, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui press conference di Paviliun Sodik Mudjahid, Sodik Mudjahid juga menjadi bagian penting dalam menjelaskan nilai historis PUSDAI dan perjalanan perjuangan yang menyertainya.
Peresmian dua paviliun ini diharapkan menjadi warisan sejarah yang tidak hanya dikenang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan perjuangan dalam bidang dakwah, pendidikan dan kemaslahatan umat.

Pos terkait