Temui Bupati Blora, Cat Lovers in The World (CLOW) Solo minta netralitas pimpinan daerah, terhadap dugaan pungli Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora pelaksanaan vonis penendang kucing, yang dilaksanakan di 10 sekolah

Blora Jawa Tengah, tribuntipikor.com.
“Saya bertemu bupati Blora untuk meminta netralitas pada kasus dugaan pungli Kejari. Dan tadi bupati juga menyambut baik serta, pihaknya menyatakan netral sebagai pimpinan daerah,” ujar Hening Yulia, perwakilan CLOW Solo, Sabtu (01/08/2026).

Ia menjelaskan pertemuan itu terjadi singkat. Namun semua poin yang menjadi keresahannya juga telah ia sampaikan ke Bupati Blora.

Hening menaruh harapan besar terhadap peran netralitas Bupati Blora. Sehingga oknum dari Kejari Blora yang diduga meminta uang terhadap vonis putusan dapat dianulir.

“Saya cuma berharap jika ada uang yang sudah diterima untuk dikembalikan, lalu yang baru diminta untuk dianulir,” katanya.

“Kegiatan ini (pungli di sekolah), memalukan untuk institusi,” tegas Hening.

Ditambahkan, Hening juga berharap kepada bupati Blora untuk dapat hadir saat dilaksanakan sanksi sosial di sekolah. Pasalnya sanksi sosial itu merupakan sarana edukasi, dan baru dilakukan pertama di Indonesia.

“Tadi saya juga meminta Bupati kerso (bersedia) hadir saat dilakukan sanksi sosial. Karena ini (sanksi sosial) baru ada pertama di Indonesia,” beber Hening.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan akan tetap bersifat netral terhadap dugaan tersebut. Sehingga seluruh kegiatan vonis berupa sanksi sosial di satuan pendidikan berjalan lancar.

“Saya tetap netral, biar Kejari menyelesaikan dugaan tersebut secara internal,” ujar Bupati Blora.

“Insyaallah saya hadir, kalaupun tidak bisa nanti akan saya wakilkan untuk menggantikan saya,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, dugaan pungli tersebut mencuat saat pelaksanaan vonis kerja sosial Pujianto di sekolah. Diduga pihak Kejari Blora meminta sekolah untuk berkontribusi honor narasumber sebesar Rp250 ribu.
Editor, (@_hiem)

Pos terkait