Demokrasi akan runtuh ketika memilih sosok pemimpin seperti penyanyi

Bekasi, Tribun Tipikor Online _

demokrasi akan runtuh ketika memilih sosok pemimpin seperti penyanyi Pernyataan bahwa demokrasi melemah jika pemilih bersikap seperti fan musik berakar dari risiko popularitas mengalahkan kompetensi, fokus pada citra instan daripada rekam jejak, dan mengabaikan kapasitas kerja nyata. Memilih berdasarkan popularitas semata dapat menghasilkan pemimpin yang tidak siap mengelola negara secara substansial.Risiko Memilih Berdasarkan KepopuleranMengutamakan Gaya Dibandingkan Kinerja: Pemilih sering terbuai oleh pencitraan media, karisma, atau hiburan visual ketimbang program kerja yang logis.Kurangnya Kapasitas Kebijakan: Figur yang populer belum tentu memiliki pemahaman mendalam tentang ekonomi, hukum, atau tata kelola pemerintahan yang rumit.Abaikan Akuntabilitas: Pendukung fanatik cenderung memaklumi kesalahan atau kebijakan buruk pemimpin karena ikatan emosional, bukan penilaian objektif.Menjaga Kualitas DemokrasiTeliti Rekam Jejak: Menilai calon berdasarkan pengalaman kerja dan hasil nyata di masa lalu.Uji Gagasan dan Program: Memahami visi serta misi konkret yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah publik.(Redaksi)

Pos terkait