Blora Jawa Tengah, tribuntipikor.com,.
Kedatangan tim gabungan ini bertujuan untuk memetakan dan mengecek langsung keberadaan sumur minyak rakyat di kawasan tersebut.
Kunjungan lapangan dipimpin oleh Kabagkerma Robinopsnal Bareskrim Polri, Kombes Pol Bowo Gede Imantio, dengan melibatkan Kementerian ESDM, SKK Migas, Pertamina, Polda Jateng, hingga Polres Blora. Meski dihadiri berbagai instansi lintas sektoral, perwakilan Pemkab Blora tidak tampak di lokasi.
Dalam peninjauan yang berlangsung sekitar satu jam, petugas mengumpulkan data dan mendata sejumlah titik sumur minyak secara acak. Langkah pemetaan ini dilakukan untuk menyelaraskan data lapangan dengan program peningkatan produksi nasional Pertamina.
“Data ini kami kumpulkan sebagai bahan kajian di Mabes Polri. Kami ingin memastikan pengelolaannya berjalan sesuai regulasi guna mendukung ketahanan energi nasional sekaligus meminimalkan risiko hukum,” ujar Kombes Pol Bowo saat memberikan sambutan di Balai Desa Plantungan.
Saat ini, produksi minyak rakyat di Desa Plantungan diperkirakan mencapai 25 ribu liter per hari yang disetorkan langsung ke Pertamina. Polri berharap pembenahan tata kelola dapat dilakukan secara bertahap demi meningkatkan kesejahteraan warga setempat. Usai pemetaan, Kombes Pol Bowo enggan memberikan keterangan pers lanjutan karena keterbatasan kewenangan penyampaian informasi.
Sementara itu dilokasi, ada pula banner yang muncul di gapura dan Balai Desa Plantungan bertuliskan “Pertahankan Aset Desa Kami”, “1.240 titik Sumur Minyak Masyarakat Desa Plantungan”, serta “Untuk Ketahanan Ekonomi Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional”.
Selain itu, terdapat pula tulisan, “Sampai Titik Darah Penghabisan kami siap Nyawapun Kami Pertaruhkan” dan “Kami Jihad Untuk Keluarga dan Desa Plantungan”.
Editor, (@_hiem)






