Bengkayang, PLN ULP Bengkayang mengumumkan pengaturan operasi sistem kelistrikan pada Jumat, 10 Juli 2026, menyusul berkurangnya kemampuan pasok daya akibat kebocoran boiler pada salah satu unit PLTU. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga keandalan dan stabilitas pasokan listrik di wilayah kerja PLN UID Kalbar UP3 Singkawang.
Berdasarkan pemberitahuan resmi yang dirilis pada 10 Juli 2026 pukul 08.00 WIB, pengaturan sistem kelistrikan dilakukan secara terbatas dengan membagi jadwal penghentian sementara pasokan listrik di beberapa wilayah Kabupaten Bengkayang.
Untuk Sesi 1 yang berlangsung pukul 08.00–17.00 WIB, tidak terdapat wilayah yang mengalami pemadaman.
Sementara itu, pada Sesi 2 pukul 17.00–20.00 WIB, penghentian sementara pasokan listrik diberlakukan di wilayah Kecamatan Monterado, Samalantan, Lembah Bawang, dan sebagian Kecamatan Serukam.
Selanjutnya, pada Sesi 3 pukul 19.00–22.00 WIB, pemadaman dijadwalkan terjadi di Kecamatan Sungai Raya, Sungai Betung, Teriak, serta sebagian wilayah Kecamatan Banyuke Hulu.
PLN menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pengoperasian seluruh pembangkit listrik yang tersedia serta melakukan pengaturan sistem secara terukur untuk meminimalkan dampak kepada pelanggan.
“PLN terus mengoptimalkan pengoperasian seluruh pembangkit yang tersedia serta melakukan pengaturan sistem secara terukur untuk meminimalkan dampak kepada pelanggan dan menjaga keandalan pasokan listrik,” demikian isi pemberitahuan resmi PLN.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pengaturan operasi sistem kelistrikan tersebut. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan aktivitas yang membutuhkan pasokan listrik selama jadwal pemadaman berlangsung.
Pihak PLN menegaskan bahwa jadwal pengaturan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi sistem kelistrikan dan proses pemulihan pembangkit.
Penulis : Rinto Andreas





