Persib Berkibar di Kuningan, FORMASI Soroti Nasib Pesik Kuningan

Kuningan- Tribun Tipikor.com

Maraknya atribut dan euforia terhadap klub sepak bola Persib Bandung di wilayah Kuningan pada era kepemimpinan Bupati Dian Rahmat Yanuar menuai sorotan dari Ketua Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Manap Suharnap.

Menurutnya, pemerintah daerah dinilai lebih sibuk membangun pencitraan demi meraih simpati publik, namun justru melupakan nasib tim kebanggaan daerah sendiri, yakni Pesik Kuningan.

“Di era Bupati Dian Rahmat Yanuar, bendera Persib makin berkibar di Kuningan. Tapi ironisnya, nasib Pesik Kuningan justru seperti anak kandung yang diperlakukan bak anak pungut di rumahnya sendiri oleh orang tua kandung,” ujar Manap kepada awak media.

Ia menilai kecintaan masyarakat terhadap sepak bola memang hal wajar dan tidak perlu dipersoalkan. Namun pemerintah daerah, kata dia, semestinya memiliki keberpihakan dan perhatian serius terhadap klub lokal yang membawa identitas daerah.

“Jangan sampai pemerintah lebih bangga memfasilitasi euforia klub luar dibanding membesarkan klub daerah sendiri. Kalau bukan pemerintah daerah yang peduli terhadap Pesik Kuningan, lalu siapa lagi?” tegasnya.

FORMASI juga menyoroti minimnya perhatian terhadap pembinaan sepak bola lokal, mulai dari pembenahan manajemen, fasilitas latihan, hingga dukungan anggaran dan kompetisi yang berkelanjutan.

Menurut Manap, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka generasi muda Kuningan akan kehilangan kebanggaan terhadap tim daerahnya sendiri karena merasa pemerintah pun tidak menunjukkan keberpihakan nyata.

“Ini bukan soal membenci Persib atau klub lain. Ini soal harga diri daerah. Masa tim sendiri justru seperti tamu di rumahnya sendiri? Jangan sampai gairah sepak bola lokal mati karena pemerintah lebih sibuk mengejar panggung popularitas,” katanya.

Dengan mata berkaca-kaca, Manap juga mengenang sosok almarhum Aang Hamid Suganda yang dinilainya memiliki perhatian besar terhadap identitas dan kebanggaan daerah, termasuk dunia olahraga.

“Kami rindu era kepemimpinan Aang Hamid Suganda,” ucapnya lirih sambil menahan haru di rumahnya di Cirendang, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, pada masa kepemimpinan almarhum, semangat membangun kebanggaan daerah terasa lebih kuat karena pemerintah hadir bukan sekadar mengejar pencitraan, tetapi juga menjaga marwah Kuningan di berbagai sektor, termasuk olahraga.

Ia pun meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi serius terhadap perhatian dan dukungan terhadap Pesik Kuningan agar keberadaan klub tersebut tidak sekadar menjadi simbol tanpa masa depan yang jelas.

( afni haerunisa )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *