Kota Bandung Tribun Tipikorcom terhadap mutu pembelajaran, penguatan karakter, dan pelayanan siswa menjadi fondasi utama dalam setiap langkah madrasah tingkat menengah pertama ini pada tahun 2026.
Sesuai dengan Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Merdeka dan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran, Kepsek SMPN 63 Kota Bandung menjalankan fungsi manajerial, supervisi akademik, dan pengembangan sekolah secara terarah. Perencanaan program kerja disusun bersama guru, komite, dan orang tua agar relevan dengan kebutuhan siswa.
Dalam pembelajaran, jajaran pendidik SMPN 63 menerapkan pendekatan berdiferensiasi dan berbasis projek. Guru-guru merancang modul ajar yang kontekstual dengan kondisi Kota Bandung, memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Siswa diajak aktif berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif sesuai Profil Pelajar Pancasila.
Penguatan literasi dan numerasi menjadi program prioritas. Melalui gerakan literasi sekolah, pojok baca di tiap kelas, klub literasi digital, dan pembiasaan numerasi terapan, capaian rapor pendidikan SMPN 63 Kota Bandung terus meningkat. Guru Bahasa Indonesia dan Matematika berkolaborasi dengan seluruh guru mapel untuk integrasi lintas disiplin.
Di bidang karakter, SMPN 63 konsisten membudayakan 5S: Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun. Pembiasaan apel pagi, salat berjamaah bagi yang muslim, doa bersama, serta kegiatan Jumat Berbagi membentuk siswa yang religius, empatik, dan bertanggung jawab. Program P5 juga dijalankan dengan tema kearifan lokal dan gaya hidup berkelanjutan.
Prestasi siswa menjadi cermin kinerja baik jajaran pendidik. Sepanjang 2026, siswa-siswi SMPN 63 Kota Bandung meraih juara pada Olimpiade Sains Nasional tingkat kota, Festival Lomba Seni Siswa Nasional, Lomba Cerdas Cermat, dan kompetisi olahraga pelajar. Pembinaan ekstrakurikuler seperti Pramuka, PMR, KIR, basket, dan tari tradisional berjalan intensif.
Kualitas guru dan tenaga kependidikan dijaga melalui komunitas belajar internal. Di bawah koordinasi Kepsek, para guru rutin melakukan lesson study, berbagi praktik baik, serta mengikuti pelatihan dari BPMP dan komunitas guru penggerak. Supervisi akademik bersifat pembinaan sehingga guru merasa didampingi, bukan dihakimi.
SMPN 63 Kota Bandung juga mengoptimalkan digitalisasi sekolah. Kehadiran e-learning, e-rapor, presensi digital, dan kanal komunikasi resmi dengan orang tua membuat layanan pendidikan lebih cepat dan transparan. Infrastruktur TIK dimanfaatkan untuk pembelajaran coding dasar, desain, dan literasi media bagi siswa.
Kemitraan dengan orang tua dan masyarakat diperkuat lewat komite sekolah yang aktif. Program parenting, kelas inspirasi dengan menghadirkan praktisi, serta bakti sosial di lingkungan sekitar sekolah menjadi agenda rutin. Sinergi ini menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara holistik.
Dari sisi sarana prasarana, Kepsek SMPN 63 memastikan lingkungan sekolah aman, nyaman, dan ramah anak. Ruang kelas bersih, laboratorium IPA berfungsi optimal, perpustakaan representatif, UKS aktif, serta kantin sehat diawasi bersama. Kebersihan dan penghijauan sekolah dijaga lewat gerakan “SMPN 63 Bersinar”.
Dengan kepemimpinan Kepsek yang melayani dan jajaran pendidik yang profesional, SMPN 63 Kota Bandung berhasil menjaga mutu lulusan. Kinerja yang sangat baik ini tidak hanya tercermin dari piala prestasi, tetapi dari siswa yang berakhlak, cerdas, dan siap melanjutkan ke jenjang berikutnya dengan percaya diri.
Budi Haryanto SE Wapemred





