Kuningan|Tribun Tipikor.com
Upaya menjaga keseimbangan harga pangan di tingkat petani terus diperkuat melalui kolaborasi strategis lintas sektor. Pendampingan aktif aparat kewilayahan bersama pemangku kepentingan menjadi elemen penting dalam memastikan hasil panen terserap optimal dan memberikan nilai ekonomi yang layak bagi petani.
Langkah konkret tersebut terlihat dalam kegiatan penyerapan gabah yang berlangsung di Dusun Cimenang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciawigebang, Senin (13/4/2026). Dalam kegiatan itu, Babinsa Desa Mekarjaya, Sertu Dadi Haryadi, hadir langsung mengawal jalannya proses transaksi antara petani dan mitra resmi pemerintah.
Seorang petani setempat, Ibu Sopiah, memperoleh kesempatan memasarkan hasil panennya secara langsung kepada Badan Urusan Logistik (Bulog). Gabah varietas Pandan Wangi yang dihasilkan berhasil diserap sepenuhnya dengan mengacu pada Harga Penetapan Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram untuk kategori Gabah Kering Panen (GKP).
Total volume gabah yang terserap dalam kegiatan tersebut mencapai 3.330 kilogram, mencerminkan efektivitas mekanisme distribusi yang dijalankan secara terkoordinasi.
Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah unsur terkait, di antaranya Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Mekarjaya Ade Pirdaus, perwakilan Bulog Cirebon Jaka, serta pihak Raksabumi Mekarjaya yang diwakili Ade Andriana. Kehadiran berbagai pihak tersebut memastikan proses berlangsung transparan, tertib, dan sesuai prosedur.
Sertu Dadi menegaskan, pendampingan yang dilakukan bukan hanya berorientasi pada kelancaran teknis penyerapan, tetapi juga untuk memberikan rasa aman serta kepastian harga bagi petani.
“Sinergi ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat desa,” ujarnya.
Dengan pola kolaborasi yang terus diperkuat, diharapkan sistem penyerapan hasil panen dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menjaga kesinambungan rantai pasok pangan nasional dari hulu hingga hilir.
| andri hdw |





