Sumbawa Besar NTB
tribuntipikor . Com — Kinerja petugas lapangan PLN wilayah Batulanteh kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kali ini, keluhan datang dari warga Dusun Punik, Desa Batudulang, yang merasa penanganan gangguan listrik terkesan lamban dan tidak profesional.
Peristiwa bermula pada Selasa 07/04/2026 pukul 18.39 WITA, saat warga melaporkan adanya kabel sambungan rumah (SR) yang putus di wilayah mereka.
Kondisi tersebut sangat membahayakan, terlebih saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Namun alih-alih mendapat penanganan cepat, warga justru diminta oleh petugas untuk mencari orang yang bisa memutuskan kabel tersebut secara mandiri.
Permintaan tersebut sontak memicu kemarahan warga. Mereka mempertanyakan logika dan tanggung jawab petugas yang seharusnya memiliki kompetensi serta perlengkapan keselamatan dalam menangani situasi berbahaya seperti kabel listrik putus.
“Apakah wajar kami masyarakat yang tidak punya alat safety, tidak punya pengalaman, disuruh memutus kabel listrik? Siapa yang menjamin keselamatan kami, apalagi dalam kondisi hujan?” ujar salah satu warga yang tidak mau disebut namanya dengan nada kesal.
Menurut warga, alasan petugas yang mengaku tidak bisa segera menuju lokasi karena medan jalan licin dan berpotensi membuat kendaraan tergelincir dinilai tidak bisa dijadikan pembenaran untuk mengabaikan kondisi darurat. Mereka menilai, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Lebih jauh, warga juga membandingkan dengan kinerja petugas sebelumnya yang dinilai lebih sigap dan responsif dalam menangani laporan gangguan.
Pergantian personel justru dianggap membawa penurunan kualitas pelayanan di lapangan.
“Dulu petugas cepat turun tangan.
Sekarang justru kami yang diminta ambil risiko. Ini bukan sekadar lambat, tapi sudah membahayakan nyawa,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait lambannya penanganan tersebut.
Masyarakat berharap ada evaluasi serius terhadap kinerja petugas lapangan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak mengorbankan keselamatan warga.
( Irwanto )




