Mataram, NTB tribuntipikor.com —
Gerakan solidaritas nyata kembali ditunjukkan oleh Teman Generasi Toleransi (TEGAR) Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi korban kebakaran di Dusun PO, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.
Aksi ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak hanya sebatas wacana, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret untuk membantu warga yang tengah tertimpa musibah.
Ketua TEGAR NTB, I Wayan Santiasa,kepada media ini Rabu 31/03/26 , menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan pakaian layak pakai, sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar para korban.”Ujarnya.
“Bantuan ini kami siapkan agar bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran.
Kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” jelasnya
Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil swadaya dan donasi dari pengurus serta anggota TEGAR yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di NTB.
Penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi, di mana Ketua TEGAR Kota Mataram, Edward Rintaka, menyerahkan langsung kepada Ketua TEGAR Sumbawa, Suprianto, untuk diteruskan kepada warga terdampak.”Urainya .
Wayan menambahkan, sejak kabar kebakaran mencuat, solidaritas internal TEGAR langsung terbangun. Diskusi cepat dilakukan hingga akhirnya disepakati penggalangan donasi secara mandiri, baik dalam bentuk uang maupun barang.
Tidak hanya itu, TEGAR juga memastikan bahwa bantuan yang dikirim tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.”Terangnya
Proses distribusi dilakukan melalui jalur darat dan laut menuju Pulau Sumbawa.
“Kami berterima kasih atas kekompakan seluruh anggota dan para donatur. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di Kalimango,” tambahnya.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, aksi ini menjadi simbol kuatnya nilai persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat NTB. TEGAR berharap langkah ini dapat memicu organisasi lain untuk turut bergerak membantu proses pemulihan korban kebakaran yang hingga kini masih membutuhkan dukungan berkelanjutan.
(Irwanto)





