Solidaritas Tanpa Menunggu: Warga dan Babinsa Pulihkan Akses Tertutup Longsor di Cileuya dalam Empat Jam

Kuningan| Tribun Tipikor.com

Di tengah keterbatasan pascabencana, warga Desa Cileuya menunjukkan bahwa ketangguhan sosial masih menjadi fondasi utama dalam menghadapi krisis. Sekitar 50 warga bersama Babinsa teritorial turun langsung membersihkan material longsor yang menutup akses jalan di Dusun Calingcing, Senin (23/03/2026).

Sejak pagi, aktivitas gotong royong telah dimulai. Tanah, batu, dan sisa material longsoran yang sempat menghambat mobilitas warga secara perlahan dipindahkan secara manual. Akses yang sebelumnya sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, menjadi prioritas utama untuk segera dipulihkan demi menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

Kehadiran Babinsa Desa Cileuya, Koptu Agung Indra, bersama perangkat dusun, tidak hanya berperan sebagai penggerak teknis di lapangan, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara dalam situasi darurat. Ia menegaskan pentingnya kemandirian warga dalam merespons kondisi mendesak, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada bantuan eksternal.

“Situasi seperti ini menuntut respons cepat. Dengan kebersamaan, persoalan yang berat bisa diselesaikan lebih ringan,” ujarnya di sela kegiatan.

Partisipasi lintas usia terlihat jelas dalam kegiatan tersebut. Dari kalangan pemuda hingga warga lanjut usia, semua terlibat sesuai kemampuan. Tidak sekadar membersihkan jalan, gotong royong ini juga mencerminkan kohesi sosial yang tetap terjaga di tengah tekanan bencana.

Dalam kurun waktu sekitar empat jam, akses jalan yang semula tertutup berhasil dipulihkan. Kendaraan kembali dapat melintas dengan aman, menandai berakhirnya gangguan mobilitas yang sempat melumpuhkan aktivitas warga setempat.

Lebih dari sekadar pemulihan infrastruktur, kegiatan ini memperlihatkan bahwa solidaritas komunitas masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat. Sinergi antara masyarakat dan aparat menjadi bukti bahwa penanganan bencana tidak selalu bergantung pada skala besar, tetapi juga pada kecepatan, kepedulian, dan kerja bersama di tingkat lokal.

Salah seorang warga mengungkapkan rasa syukurnya atas kebersamaan yang terbangun. “Yang terpenting bukan hanya jalannya terbuka kembali, tetapi rasa kebersamaan yang membuat kami semakin kuat menghadapi kondisi seperti ini,” tuturnya.

| &RI HDW |

Pos terkait