Aksi Heroik Berujung Duka

Petugas DamkartanTewas Tersengat Listrik 31 Rumah Ludes,Bupati Sumbawa Didesak Evaluasi Total SOP Damkartan

Sumbawa Besar, NTB
tribuntipikor.Com – Tragedi kebakaran hebat di malam kedua Idulfitri 1447 H di Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, berubah menjadi sorotan keras publik.

Tak hanya meluluhlantakkan 31 rumah warga, peristiwa ini juga merenggut nyawa satu petugas pemadam kebakaran dalam aksi heroiknya.
Kebakaran terjadi pada Minggu dini hari (22/3/2026) sekitar pukul 00.15 WITA.

Api diduga berasal dari salah satu rumah milik H. M. Nur dan dengan cepat membesar, melahap bangunan yang mayoritas berbahan kayu.

Dalam hitungan jam, si jago merah meratakan puluhan rumah tanpa ampun.
Warga yang panik sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, kobaran api yang kian brutal membuat upaya tersebut sia-sia.

Situasi semakin memprihatinkan ketika respons armada pemadam dinilai lambat dan minim.
Hanya 1 unit mobil Damkar dari Kecamatan Alas yang pertama tiba di lokasi. Sementara bantuan tambahan dari kabupaten harus menempuh jarak sekitar 70 kilometer.

Saat bantuan datang, sebagian besar rumah sudah menjadi abu.
“Api baru bisa dikendalikan hampir 3 jam,” ungkap Junaidi Agang, tokoh masyarakat setempat.

Namun di balik upaya pemadaman itu, terselip duka mendalam. Seorang petugas Damkartan dilaporkan tewas tersengat aliran listrik saat berjibaku di tengah kobaran api ,sebuah pengorbanan yang kini memantik pertanyaan serius:
apakah standar keselamatan kerja sudah dijalankan?

Sorotan Tajam: SOP Dipertanyakan, Bupati Jangan Diam

Peristiwa ini tak lagi sekadar musibah, tetapi menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Minimnya armada, jauhnya jangkauan bantuan, hingga dugaan lemahnya standar operasional prosedur (SOP) menjadi sorotan tajam.

Publik kini menunggu sikap tegas dari Bupati Sumbawa.
Evaluasi total terhadap SOP Damkartan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Kematian petugas di lapangan tidak boleh dianggap sebagai risiko biasa.

Jika benar ada kelalaian dalam sistem keselamatan, maka ini adalah kelalaian struktural yang harus dipertanggungjawabkan.
Penyelidikan dan Dampak Hingga saat ini

penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Sementara itu, kerugian materi diperkirakan mencapai angka besar, mengingat seluruh rumah yang terbakar rata dengan tanah.
Kebutuhan Mendesak Korban.

Para korban kini sangat membutuhkan bantuan darurat, di antaranya:
Dapur umum
Pakaian layak pakai
Terpal/tenda
Tempat tidur/matras
Makanan bayi dan popok
Air bersih

Data Korban Terdampak
Sebanyak 31 kepala keluarga terdampak, di antaranya:
Nuraini, Syamsul, Ahmad, Hadijah Man, H. Dara, H. M. Nur, Mariam, Hasbullah, Ahmad Saleha, Zakaria, Rabiatil, Safar, Junaidi, M. Saleh, Dowari, Ardes, Musa Naf, Aby, Sanapia, Taba, Adi Rahma, Hamid, M. Zain, M. Ali Saleha, Hamzah Tifa, Ismail, Hasan, Fahri Fatimah, A. Azis, Mawardi, dan Hendro.

Catatan Kritis

Jika kejadian sebesar ini masih dihadapi dengan keterbatasan armada dan lemahnya perlindungan petugas, maka pertanyaannya jelas:
di mana prioritas keselamatan publik dan kesiapsiagaan daerah?

( Irwanto )

Pos terkait