Kuningan|Tribun TIPIKOR.com
Pemerintah Kabupaten Kuningan memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret menjaga keterjangkauan harga bahan pokok selama Ramadan. Kegiatan terbaru digelar di Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Senin (24/2/2026), dan disambut antusias masyarakat.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, pemerintah daerah menyalurkan berbagai komoditas strategis dengan harga subsidi. Sebanyak 2 ton beras disediakan dan dijual Rp60.000 per 5 kilogram, lebih rendah dari harga pasar yang berkisar Rp75.000. Selain itu, daging sapi dipasarkan Rp120.000 per kilogram dari harga umum sekitar Rp145.000.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan intervensi pasar ini merupakan bagian dari kebijakan pengendalian inflasi daerah sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan pangan menjelang Idulfitri.
“Momentum Ramadan identik dengan peningkatan kebutuhan rumah tangga. Pemerintah harus hadir memastikan harga tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menegaskan, GPM bukan sekadar pasar murah, tetapi bagian dari strategi memperkuat daya beli masyarakat serta menjaga keseimbangan distribusi pangan di tingkat lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menambahkan bahwa kegiatan di Haurkuning merupakan rangkaian hari ketiga GPM selama Ramadan. Tahun ini, pihaknya menargetkan sedikitnya 25 titik pelaksanaan, dengan potensi bertambah hingga 32 kali jika dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat optimal.
“Target kami setiap kecamatan mendapatkan akses program ini, sehingga manfaatnya merata,” katanya.
Ia juga memastikan harga yang ditawarkan telah melalui perhitungan agar tetap lebih rendah dari pasar tanpa mengganggu mekanisme distribusi yang sehat.
Kepala Desa Haurkuning, Sartono, menyambut positif pelaksanaan GPM di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut membantu meringankan beban warga sekaligus memperkuat sinergi desa dalam mendukung ketahanan pangan.
Di tingkat desa, kata dia, pengembangan sektor peternakan kambing dan dukungan pertanian seperti bantuan pupuk serta bibit kelapa hibrida terus dilakukan sebagai langkah jangka panjang.
Kegiatan GPM di Haurkuning terlaksana melalui kolaborasi dengan Badan Pangan Nasional, Bulog, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Tim Penggerak PKK, dan pelaku usaha lokal.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan selisih harga yang cukup signifikan. Mereka berharap program serupa dapat digelar secara berkala, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.
| andri hdw |





