Warga Kedungarum Amankan Dua Remaja Asal Desa Jalaksana, Diduga Hendak Transaksi Narkotika Usai Tarawih

Kuningan|Tribun TIPIKOR.com

Upaya dugaan transaksi narkotika yang melibatkan dua remaja Asal Desa Jalaksana berhasil digagalkan warga Desa Kedungarum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (21/2/2026) malam. Keduanya kemudian diserahkan kepada aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, sesaat setelah masyarakat menunaikan salat tarawih. Warga yang melintas di kawasan Blok Cikole, jalur menuju Blok Bojong, Desa Ancaran, menaruh curiga terhadap gerak-gerik dua remaja di sekitar area pemakaman umum Cidahu yang relatif sepi.

Diamankan Setelah Dipantau

Sejumlah warga sempat melakukan pemantauan sebelum akhirnya menghampiri dan mengamankan keduanya. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, ditemukan barang yang diduga narkotika dalam kemasan kecil yang dicurigai siap diedarkan.

Untuk menghindari tindakan anarkis, tokoh masyarakat segera menghubungi aparat pemerintah desa. Kepala Desa Kedungarum bersama perangkat desa dan unsur Babinsa turun langsung ke lokasi guna menenangkan situasi dan memastikan penanganan berlangsung sesuai prosedur.

“Kami berupaya menjaga kondusivitas. Setelah diamankan warga, kami langsung berkoordinasi dengan kepolisian agar prosesnya sesuai hukum,” ujar salah seorang perangkat desa di lokasi kejadian.

Polisi Lakukan Pendalaman

Tak lama berselang, jajaran Polsek Kuningan Kota mendatangi lokasi dan membawa kedua remaja tersebut beserta barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain paket yang diduga berisi narkotika, polisi juga mengamankan telepon genggam milik terduga pelaku yang diduga berkaitan dengan komunikasi transaksi.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait jenis dan berat barang yang diamankan, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Keprihatinan di Tengah Ramadan

Peristiwa ini menambah daftar kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman peredaran narkotika yang mulai menyasar kawasan pedesaan dan kalangan usia muda. Apalagi kejadian berlangsung di tengah bulan Ramadan, saat masyarakat tengah meningkatkan aktivitas keagamaan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Sinergi antara warga dan aparat dinilai menjadi kunci dalam menekan peredaran narkotika hingga ke tingkat desa.
Kasus ini masih dalam penanganan intensif kepolisian.

| red/4nd121 |

Pos terkait