Sumbawa Besar NTB
tribun Tipikor . Com –
Di bawah komando Syahruddin Lalu Bangsawan, atau yang akrab disapa Sandi, laju Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa mulai terdengar berderu.
Mesin organisasi dinyalakan, gas ditekan dalam-dalam, dan arah gerak ditegaskan: solid, progresif, dan siap berkontribusi nyata untuk Bumi Sabalong Samalewa.
Nama Sandi bukan pemain baru dalam dinamika organisasi kepemudaan dan politik lokal.
Ia pernah memimpin Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Sumbawa, membentuk jejaring, mematangkan pengalaman, sekaligus mengasah insting kepemimpinan.
Lebih dari itu, Sandi juga dikenal sebagai keponakan mendiang Lalu Manambai Abdulkadir, sosok perwira tinggi yang namanya harum dalam sejarah militer Indonesia.
Warisan nilai ketegasan dan integritas itu, menurut sejumlah kader, tampak membekas dalam gaya kepemimpinannya.
Konsolidasi Total, Tak Lagi Setengah Hati
Sejak menahodai Pemuda Pancasila Sumbawa, Sandi bergerak cepat.
Konsolidasi internal digelar, struktur diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Ia menegaskan, organisasi tidak boleh sekadar menjadi papan nama atau simbol atribut semata.
“Pemuda harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar penonton,” tegasnya kepada awak media tribun tipikor. Com ,Jumat 20/02/26 dalam salah satu pertemuan kader.
Di bawah kepemimpinannya, orientasi organisasi diarahkan pada tiga fokus utama:
Penguatan solidaritas dan militansi kader
Pemberdayaan ekonomi anggota
Keterlibatan aktif dalam isu-isu sosial kemasyarakatan
Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Pemuda Pancasila Sumbawa tidak ingin sekadar eksis, tetapi ingin relevan.”jelasnya
Energi Muda, Arah Jelas
Bagi Sandi, memimpin bukan soal jabatan, melainkan panggilan jiwa. Ia menyebut kepemimpinannya sebagai “pantulan dari semangat muda yang progresif.”
Kalimat itu bukan retorika kosong. Sejumlah agenda kerja mulai disiapkan, mulai dari pelatihan kader, kegiatan sosial, hingga kemitraan strategis dengan berbagai elemen.” Ungkap Sandi
Di tengah dinamika sosial-politik Sumbawa yang terus bergerak, kehadiran Pemuda Pancasila dengan wajah baru ini diprediksi akan menjadi variabel penting.
Apalagi, organisasi tersebut memiliki sejarah panjang dalam percaturan kebangsaan.
Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Pemuda Pancasila Sumbawa akan bergerak..?
Mesin sudah dinyalakan. Gas sudah ditekan.
Tinggal menunggu seberapa jauh melaju — dan apakah gebrakan itu mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat Sumbawa.
( Irwanto )





