Mirisnya.! Dari pihak Dinas PU sendiri tak mau tahu alias tak ambil pusing.
Nganjuk Jatim, tribuntipikor.com // Proyek jalan Provinsi diwilayah sepanjang jalan Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur yang pengerjaan pengembangannya telah selesai dilaksanakan pada bulan Desember kemarin, secara keseluruhan memang sudah rampung dan saat ini sudah dapat dilalui setiap hari oleh masyarakat pengguna jalan secara luas dengan nyaman.
Namun demikian bilamana dicermati, terlihat masih ada sisa-sisa pekerjaan yang perlu adanya penyempurnaan dan semestinya masih menjadi tanggungjawab Kontraktor, seperti memberikan pengaman jalan di tepi jembatan yang tampak cukup membahayakan.
Pandangan warga hingga Publik beranggapan bahwa proyek pelebaran jalan disepanjang wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk tepatnya yang melintasi kawasan Desa Ngangkatan, Desa Talon dan sekitarnya ini, tampaknya setelah diperlebar kini situasi jembatan kelihatan kecil atau tampak sempit.
Pasalnya, terpantau pada tepi salah satu jembatan terlihat tanpa adanya pelindung,
Hal itu tentu sangat dikawatirkan bagi pengguna kendaraan khususnya roda empat yang melaju dari arah barat yang hendak melaju ke arah timur, apalagi pada waktu malam hari, lebih-lebih dalam kondisi hujan.
Menurut warga bahwa Jembatan Talon arah menuju ke timur tersebut diperkirakan dan apabila diukur jarak pada bagian Utara sisi (kiri) sekitar 2 meter dan yang Selatan sisi (kanan) sekitar 1 meter tanpa ada pelindung maupun rambu rambu pengaman jalan sama sekali.
Tentunya ini patut dipertanyakan dan bahkan menjadikan sorotan publik, karena hal itu tak menutup kemungkinan bisa berdampak membahayakan pengguna jalan hingga rawan kecelakaan.
Menanggapi hal itu, seorang aktivis yang enggan disebut identitasnya menyampaikan, dalam waktu dekat akan segera menginformasikan kepada pihak instansi terkait agar segera di tindaklanjuti dan ada tindakan preventif untuk melangkah. Ungkapnya.
Informasi juga didapatkan dilapangan pada Rabu, 21 Januari 2026 pagi, bahwa jika arus lalu lintas akhir akhir ini di jalur tersebut adalah cukup padat, laju arus kendaraan dari Surabaya melintasi Ploso, Jombang lurus terus hingga tembus sampai Guyangan lalu belok kanan menuju ke arah Madiun.
Disisi lain, adapula yang sampai perempatan lampu merah Ngangkatan belok kekiri (ke selatan) lanjut tembus Nganjuk kota dan begitu sebaliknya.
Hal itu dilakukan, guna menghindari keramaian kendaraan yang berkapasitas besar serta kemacetan diperjalanan untuk mempercepat waktu. Ungkap warga. (Lmn/Tut)
Editorial: Solikin Korwil Jatim





