Cilacap, Tribun Tipikor
Di bawah naungan rindang pohon beringin tua yang menjadi saksi bisu sejarah desa jati , suasana khimad menyelimuti pelataran Panembahan Desa Jati
Ratusan warga Desa jati, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, tampak anggun mengenaksn busana adat jawa. Bersimpuh sembari membawa tenong berisi aneka makanan dari hasil bumi menjadi momentun sakral bagi masyarakat setempat dengan menggelar, ” Mementri Bumi dan Festival Tenongan 2026 ( Senin 12/1/2026)
Agenda tahunan ini bukan sekedar seremoni, melainkan sebuah manifestasi rasa syukur yang mendalam atas Karunia Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus doa bersama agar desa senantiasa di jauhkan dari mara bahaya dan dilimpahkan keberkahan.
Kepala desa Jati, Aris Hartono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Mementri Bumi tahun ini terasa spesial karena tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat, ” kata Aris.
Ia berharal rangkaian kegiatan ini mampu menciptakan harmonisasi dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga kesejahteraan lahir batin dapat terwujud di desa jati.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Binangun yang baru menjabat Akhmad Budi Santoso.
Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada desa dan seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga kelestarian budaya jawa di tengah arus modernisasi.
Dalam kesempatan yang hangat tersebut, Akhmad Budi juga memperkenslkan dirinya bersama Sekcam Binangun Sarengat. Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah kecamatan dan masyarakat.
” Sebagai baru dari keluarga besar Binangun, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar amanah ini dapat kami jalan kan demi kemajukan kita bersama, ” tambahnya.
Acara yang dihadiri oleh forkompincam, BPD, LPPMD, Tikoh Agama, tokoh masyarakat ini di tutup ddngan doa bersama
Suasana penuh kekeluargaan semakin terasa saat seluruh hadirin melakukan tradisi makan bersama dari tenong yang telah disiapkan sebagai sebuah simbul kesetaraan dan persatuan yang kental.
Ekstensi Mementri Bumi di Desa Jati membuktikan bahwa akar budaya tidak akan hilang oleh waktu selama masyarakatnya merasa memiliki cikal bakal dan budaya adat tanah kelahirannya. ( Haryanti)





