Historis Sejarah
Bekasi, Tribuntipikor Online _
Sejarah TNI dimulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945, yang kemudian menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) (5 Oktober 1945), lalu Tentara Republik Indonesia (TRI) (23 Januari 1946), hingga akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 3 Juni 1947 untuk menyatukan kekuatan bersenjata demi mempertahankan kemerdekaan dari Belanda. TNI kemudian mengalami penyatuan dengan Polri menjadi ABRI (1962) dan kembali menjadi TNI (1 April 1999) dengan tiga matra (Darat, Laut, Udara).
Tahapan Sejarah Pembentukan TNI:
22 Agustus 1945: Badan Keamanan Rakyat (BKR)
Dibentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan untuk menjaga keamanan rakyat dan wilayah.
5 Oktober 1945: Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
BKR diubah namanya menjadi TKR sebagai angkatan bersenjata pertama pemerintah, diperingati sebagai Hari Lahir TNI.
23 Januari 1946: Tentara Republik Indonesia (TRI)
Nama kembali diubah untuk lebih sesuai dengan dasar militer internasional, menyatukan TRI dengan laskar rakyat.
3 Juni 1947: Tentara Nasional Indonesia (TNI)
TNI resmi berdiri sebagai gabungan TRI dan badan-badan perjuangan rakyat untuk memperkuat perjuangan kemerdekaan.
1962: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)
TNI digabung dengan Polri (Kepolisian Negara) menjadi satu wadah ABRI.
1 April 1999: TNI Kembali
ABRI dipisah menjadi TNI (Darat, Laut, Udara) dan Polri, mengembalikan TNI sebagai institusi terpisah dari kepolisian.
Tujuan dan Peran TNI:
Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi bangsa, sesuai UU No. 34 Tahun 2004.
TNI memiliki jati diri sebagai Tentara Rakyat, Pejuang, Nasional, dan Profesional. (Redaksi)





