SEJARAH POLITIK BEKASI BERAWAL DARI TUNTUTAN RAKYAT PADA TAHUN 1950

Bekasi, Tribuntipikor Online _

Sejarah politik Bekasi berawal dari tuntutan rakyat pada 1950 yang menolak RIS-Pasundan dan menuntut pembentukan kembali NKRI, memicu lahirnya Kabupaten Bekasi dari Kabupaten Jatinegara. Tokoh seperti KH. Noer Alie berperan penting, lalu berkembang dengan terbentuknya Kota Administratif Bekasi pada 1982 dan Kota Bekasi pada 1996, dengan pemerintahan daerah yang mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan, menjadi pusat urban dan industri yang dinamis.
Awal Mula Politik dan Pembentukan Kabupaten Bekasi (1950-an)
Panitia Amanat Rakyat Bekasi (PARB): Dipelopori oleh tokoh seperti KH. Noer Alie, R. Supardi, dan M. Hasibuan, PARB menentang Negara Pasundan dan menuntut bergabung kembali ke NKRI.
Rapat Raksasa (17 Februari 1950): Puluhan ribu rakyat Bekasi berkumpul di alun-alun menuntut penyerahan kekuasaan federal, pengembalian Jawa Barat ke NKRI, dan penggantian nama Kabupaten Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi.
Pembentukan Kabupaten Bekasi: Usulan ini akhirnya disetujui, dan Kabupaten Bekasi resmi terbentuk berdasarkan UU No. 14 Tahun 1950, dengan wilayah dari empat kewedanaan, 13 kecamatan, dan 95 desa.
Perkembangan Struktur Pemerintahan
Perpindahan Pusat Pemerintahan: Kantor kabupaten pindah dari Jatinegara ke Kota Bekasi (Jl. H. Juanda) pada 1960, lalu ke Jl. A. Yani pada 1982.
Pembentukan Kota Administratif: Tuntutan warga membuat Kecamatan Bekasi dimekarkan, dan Kota Administratif Bekasi diresmikan pada 20 April 1982, dengan walikota pertama H. Soedjono.
Menjadi Kota Bekasi: Statusnya meningkat menjadi Kotamadya (sekarang Kota) berdasarkan UU No. 9 Tahun 1996.
Perjuangan dan Figur Politik Penting
Era 1950-an: KH. Noer Alie sempat menjabat Bupati sementara. Periode ini juga diwarnai dinamika politik, termasuk upaya melawan dominasi komunis pasca-G30S/PKI oleh pemuda Bekasi (KAPPI, dll.).
Pimpinan Daerah: Berbagai bupati dan walikota memimpin, seperti MS. Soebandi, H. Abdul Fatah, H. Suko Martono, hingga walikota definitif pertama Nonon Sonthanie dan penerusnya seperti Rahmat Effendi.
** Bekasi Modern**
Kini, Bekasi telah berkembang menjadi kawasan urban dan industri yang padat, dengan dinamika politik yang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pembangunan daerah. (Redaksi)

Pos terkait