Lampung Selatan tribuntipikor.com
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 berjalan lancar tanpa gangguan signifikan. Fokus kini mulai dialihkan untuk mempersiapkan lonjakan penumpang yang diprediksi akan jauh lebih besar pada periode Idul Fitri mendatang. Minggu, 04/01/2026
Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Bunga Herlina Oktavianti, menegaskan bahwa hingga puncak arus balik, seluruh aspek mulai dari keselamatan pelayaran hingga pengaturan arus kendaraan berjalan sesuai rencana.
“Tidak terdapat gangguan berarti selama pelaksanaan angkutan Nataru 2025–2026, baik dari aspek keselamatan, pengaturan arus kendaraan, maupun pelayanan pengguna jasa,” ujar Bunga dalam keterangannya.
Berdasarkan data penyeberangan lintas Sumatera–Jawa pada 3 Januari 2026, ASDP mengoperasikan 100 trip kapal dalam 24 jam. Tercatat jumlah penumpang mencapai 40.131 orang, meningkat 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Statistik Kendaraan: Roda Empat Mendominasi, Truk Menurun
Total kendaraan yang menyeberang tercatat mencapai 9.685 unit, atau naik 10,5 persen. Rincian pergerakan kendaraan per 3 Januari 2026:
Kendaraan Roda Dua: 2.188 unit.
Kendaraan Roda Empat: 4.312 unit (Naik 8,2%).
Bus: 380 unit (Naik 5,8%).
Truk: 2.805 unit (Turun 2,1%).
Secara kumulatif sejak H-10 (15 Desember 2025) hingga H+9 (3 Januari 2026), ASDP telah melayani total 647.898 penumpang dan 157.257 unit kendaraan.
Menyongsong Idul Fitri 2026
Meski operasional Nataru sukses, ASDP tidak bersantai. Bunga menyampaikan bahwa pihaknya segera bersiap menghadapi Hari Raya Lebaran yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang lebih intens.
Senada dengan hal tersebut, General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, memastikan seluruh personel tetap disiagakan 24 jam. Ia menekankan bahwa standar pelayanan untuk Lebaran akan tetap setinggi layanan Nataru.
“Kami tidak membedakan pelayanan Nataru dan Idul Fitri. Kami selalu memenuhi syarat regulator baik dari segi armada maupun fasilitas. Skema pola operasi, penambahan trip, serta penyediaan opsi alternatif akan terus kami matangkan untuk mengantisipasi lonjakan ke depan,” pungkas Partogi.(Wal)




