Blora – Jawa Tengah,tribuntipikor.com, //
Guyuran hujan deras tak menyurutkan antusiasme warga untuk menghadiri gelaran Sholawat Kebangsaan di Lapangan Sepak Bola Bina Patra Cepu, Kamis malam (27/11/2025). Ulama karismatik Gus Miftah tampil bersama deretan komedian senior Cak Percil Cs, Kirun, Kadir, dan Tessy Srimulat yang turut memeriahkan suasana dengan sajian humor bernas. Acara juga diiringi lantunan religius dari grup hadroh Sembara Kasiman.
Meski lapangan basah dan angin sesekali menerpa, ribuan warga tetap memadati lokasi dengan payung dan jas hujan. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya daya tarik pergelaran yang memadukan dakwah, seni, dan hiburan ini.
Acara yang membawa pesan kebangsaan ini dihadiri langsung oleh Bupati Blora, unsur Forkopimda, serta Forkopimca Cepu, memperlihatkan dukungan pemerintah terhadap kegiatan yang meneguhkan nilai kerukunan dan toleransi.
Suasana semakin hangat dengan hadirnya sejumlah tokoh lintas agama yang duduk berdampingan di panggung utama. Pemandangan tersebut menjadi simbol kuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Blora.
“Malam ini kita menunjukkan bahwa kebersamaan mampu melampaui segala perbedaan. Di tengah hujan, kita tetap bersatu. Ini pesan dari Cepu untuk Indonesia,” ujar salah satu tokoh masyarakat dalam sambutannya.
Acara dibuka dengan lantunan sholawat dari Hadroh Sembara Kasiman. Irama rebana yang berbaur dengan suara vokal para personel menghadirkan suasana religius yang menghangatkan di tengah cuaca basah.
Panggung berubah riuh ketika para pelawak senior naik bergiliran. Cak Percil Cs dan Kirun hadir dengan gaya khas Jawa Timurnya yang lugas dan menyinggung isu-isu sosial terkini. Sementara Kadir dan Tessy menghadirkan nostalgia Srimulat dengan karakter humor yang melekat di hati penonton.
Tawa pecah di seluruh penjuru lapangan, namun tetap dibalut pesan moral, kebangsaan, dan kritik sosial yang membangun.
Gus Miftah kemudian menutup rangkaian acara dengan tausiyah menyejukkan. Ia memuji keteguhan warga Cepu yang memilih bertahan di tengah hujan demi mengikuti kegiatan religi ini.
“Kalian hadir di sini karena niat baik. Mencintai ulama, mencintai pemimpin, dan mencintai Indonesia adalah bagian dari iman,” ujar Gus Miftah, disambut tepuk tangan panjang dari jamaah.
Kemeriahan acara juga menyebar luas di dunia digital. Rekaman video yang diunggah panitia melalui YouTube dan berbagai platform media sosial memperoleh ribuan interaksi. Warganet memuji keberanian panitia menghadirkan tokoh lintas generasi serta apresiasi terhadap masyarakat Cepu yang tetap bersemangat meski diguyur hujan.
Gelaran Sholawat Kebangsaan di Cepu tahun ini bukan hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga momentum persatuan yang memperlihatkan bahwa dakwah, seni, dan nilai kebangsaan dapat berpadu harmonis dalam satu panggung, (@_hiem)





