Cantika: BKMT ini bukan sekedar menjaga skil kualitas umat tetapi juga sebagai motor penggerak pembagunan sosial berbasis nilai-nilai Islamic.
Bojonegoro Jatim, tribuntipikor.com //
Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Jawa Timur, Dr.dr.Hj. Siti Aisiyah., M.Ag, hari ini Sabtu 29/11/2025 di Ruang Gedung Paripurna DPRD Bojonegoro Jl. Veteran, melantik dan/atau Mengukuhkan Ketua Pimpinan Daerah (PD) BKMT Kabupaten Bojonegoro, Hj. Mitroatin.,S.Pd., MM serta menyaksikan pengukuhan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada para Ketua Pengurus Kecamatan (PC) BKMT Se-kabupaten Bojonegoro oleh Ketua BKTM Bojonegoro. Hj. Mitroatin.,S.Pd., MM.
Disampaikan panitia, giat Workshop dan pengukuhan dengan mengambil tema “Beribadah dan Berkarya Untuk Negari” Ini, dihadiri oleh istri bupati ibu Hj. Cantika Wahono yang juga selaku Pembina BKMT Bojonegoro, Ketua BKMT Provinsi Dr.dr.Hj. Siti Aisiyah., M.Ag., Ketua BKMT Bojonegoro, Hj. Mitroatin.,S.Pd., MM., beserta anggota, Ketua dan pengurus BKMT Se-kabupaten Bojonegoro,
Turut hadir Kepala Bakesbangpol Mahmudi.Sos., MM., Kemenag Bojonegoro, …. tokoh Agama, tokoh masyarakat, tamu undangan lainnya berjalan dengan tertib, aman dan lancar penuh hikmah.
Usai rangkaian menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya, Do’a dan pembacaan SK Pengurus BKMT Kecamatan oleh Dra. Mahmudah Azizah. MA panitia melalui moderator mempersilahkan bunda Cantika, para ketua beserta pejabat lain untuk memberi suport dan ucapan selamat dengan berjabat tangan dan kemudian dilanjutkan dengan sejumlah sambutan.
Mengawali sambutannya, Mitroatin mengungkapkan bahwa dengan kesiapannya dan sudah dilantiknya para Pengurus PC BKMT Se-Kabupaten Bojonegoro, maka sesuai agenda pelantikan PC. BKMT akan di jadwalkan dari Kecamatan Kedungadem.
Ia menegaskan, bilamana keberadaan Organisasi Masyarakat (Ormas) BKMT ini, bagian dari organisasi keagamaan, dan berdiri sejak tahun 1980 serta sudah diakui oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag).
Dan bahwa mulai dari Pusat, Wilayah Provinsi, Kabupaten/Kota, khususnya Kabupaten Bojonegoro sesuai Visi-Misi pak Bupati, kita siap bersinergi, berkolaborasi, bagaimana agar Visi-Misi pak Bupati bisa terwujud. Tegas Mitroatin.
Untuk peran serta sebagai warga negara yang pertama tentunya, kedua sebagai organisasi keagamaan selain ada pembinaan-pembinaan keagamaan disetiap stekholder, tetapi insyaallah, kita akan membantu, kita akan berkolaborasi, bersinergi bagaimana untuk mewujudkan Program-program Bupati dan wakil Bupati. Ucapnya.
Seperti diantarnya UMKM naik kelas, pembinaan terhadap anak, pembinaan yang marak tentang pernikahan dini dan nikah sirih, adalah PR kita bersama dan kita akan berkolaborasi dengan Kementrian Agama, dengan PDP3AKB dan dengan Organisasi IWAPI, UMKM, karena Organisasi merupakan salah satu aset Pemerintah Kabupaten. Dan,
“Aset ini kalau tersinergikan tentu akan lebih cepat mewujudkan Bojonegoro yang bahagia makmur dan membanggakan. Ungkapnya.
Berlanjut setelah beberapa penyampaian dan peresmian Workshop oleh Kemenag, dalam kesempatan ini, istri Bupati Bojonegoro, bunda Cantika berterimakasih, dan sukses serta memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus BKMT Bojonegoro, yang mayoritas ibu-ibu, dan bapak-bapaknya hanya sedikit, ucap Cantika.
Ia mengungkapkan bahwa Kipra BKMT itu adalah menilam pembinaan dakwah dan kebangsaan, karena BKMT ini bukan organisasi yang baru dan sudah berdiri sekitar 44 tahun dalam berkiprahnya, dan
BKMT tentu akan terus mewarnai kehidupan umat melalui berbagai macam kegiatan dan program kerja, mulai dari pengajian, pemberdayaan ekonomi, dan aksi-aksi sosial kemasyarakatan. Jelasnya.
Olehnya, dijaman globalisasi era digital ini, tentu berbagai tantangan juga dihadapi oleh BKMT, namun demikian dampak positif terus di gerakkan dan di upayakan dalam membangun melalui pembinaan-pembinaan secara Islamic termasuk didalamnya peresmian Workshop dan pengukuhan yang bertemakan “Beribadah dan Berkarya Untuk Negari” Ini. Ungkapnya.
Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Mamudi, S.Sos, MM., menambahkan, “Kami support dan dukung penuh pengukuhan ini. BKMT termasuk bentuk kunci menuju masyarakat yang harmonis dan maju.” Jelas Mahmudi.
Mahmudi sebagai nasumber dalam pemaparannya tentang kebangsaan, juga memberikan peringatan penting kepada peserta, pengurus BKMT agar tidak mudah terprovokasi oleh medsos yang terkadang tidak sesuai dengan faktanya.
Ia mencontohkan sebuah halamam buku dan diperlihatkan oleh peserta, namun yang dilihat adalah kosong, alias putih, disisi lain, peserta satunya yakin terlihat ada gambarnya dan gambar berwarna. Disinilah cara pandang kita harus benar-benar yakin dan sesuai fakta yang ada.
Mahmudi juga mencontohkan bagimana sudut pandang kita bilamana melihat dan/atau mendengar peristiwa bom yang melibatkan siswa di SMK 72 Jakarta serta aksi demo pelajar beberapa waktu lalu.
Untuk itu, Pendidikan karakter harus menjadi prioritas, agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh paham negatif. Dengan sebuah harapan BKMT Bojonegoro bisa lebih aktif dalam melaksanakan kegiatan organisasinya, sehingga bisa lebih dikenal dan bermanfaat bagi masyarakat Bojonegoro. Ungkapnya. (King)
Editorial: Solikin Korwil Jatim





