Lampung Selatan- tribun tipikor.com
Proyek rekonstruksi jalan Ruas Way Bakak–Toto Harjo (R.002) di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan menuai protes keras dari warga setempat. Pekerjaan sepanjang 800 meter yang dikerjakan oleh CV Duta Agung Persada dengan nilai kontrak Rp1.192.303.604 tersebut dinilai tidak memenuhi standar kualitas, memicu kekhawatiran jalan akan cepat rusak. Sabtu, 29/11/2025
Keluhan ini berasal dari warga Dusun Melati Indah, Desa Toto Harjo, Kecamatan Bakauheni. Mereka menyoroti buruknya kualitas lapisan hotmix yang baru saja selesai dikerjakan.
Menurut warga, lapisan aspal terlihat kurang padat dan memiliki banyak cela atau pori-pori di permukaannya. Kondisi ini dikhawatirkan membuat air mudah meresap, terutama saat hujan.
Kadang-kadang (aspal) mengandung air karena tadi hujan, apalagi pas tanjakan itu. Itu ada pori-pori (lubang) itu bisa membesar,” ungkap seorang warga Desa Toto Harjo.
Keraguan akan daya tahan proyek juga muncul karena di sejumlah titik, lapisan aspal tampak sangat tipis, Selain itu, warga juga menyoroti teknik pengaspalan yang dinilai tidak tepat.
”Kalau untuk keawetan, gak nyampe lima tahun. Pinggirannya juga itu ada yang menggantung, cepat tergerus kalau kena air hujan. Jalannya juga sering bawa kayu, batu, kemungkinan gak awet,” tambah warga tersebut, merujuk pada pinggiran aspal yang melebar hingga menutupi rumput.
Warga menegaskan bahwa meskipun pekerjaan telah digelar, kualitas yang dihasilkan tidak menjamin ketahanan jalan, terutama mengingat jalan tersebut sering dilalui kendaraan berat.
Merespons kondisi ini, warga berharap pihak pelaksana maupun Dinas PUPR Lampung Selatan segera mengambil tindakan. Mereka mendesak agar tim teknis segera turun ke lokasi untuk meninjau dan mengevaluasi kualitas proyek. (Wal/Tim)





