KOMISI Paparkan Visi Baru, Ajak Media Sosialisasikan Gerakan Sales Nasional
Bandung (10/11) Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) memaparkan visi baru organisasi dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Savoy Homann, Bandung.
Acara ini menjadi momentum penting bagi KOMISI untuk mengajak media massa berkolaborasi menyosialisasikan gerakan sales nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan kebanggaan profesi sales di Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Sales Indonesia (HARSINDO) 2025 dan Rakernas ke-13 KOMISI yang lahir pada tanggal cantik 11 November 2011, yang dihadiri lebih dari 36 wartawan dari berbagai media di Bandung.
Empat tokoh utama KOMISI hadir dalam konferensi pers ini: James Gwee (Pembina KOMISI), Dedy Budiman, M.Pd. (Founder KOMISI), Indra Hadiwidjaja (Ketua Umum KOMISI Pusat), dan Kartikowati Djoharijah (Ketua DPD KOMISI Jawa Barat).
Rakernas KOMISI 2025 menetapkan visi baru organisasi yang menegaskan arah gerak profesi sales di Indonesia, yakni:
“Menjadikan profesi sales sebagai sarana meningkatkan taraf hidup, membangun kesejahteraan berkelanjutan, dan menumbuhkan kebanggaan dalam setiap langkah profesional.”
Ketua Umum KOMISI Pusat, Indra Hadiwidjaja, menjelaskan bahwa visi ini menjadi kompas strategis bagi seluruh anggota KOMISI dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.
“Visi tersebut akan menjadi dasar langkah organisasi menuju 2030 dengan tema besar ‘From Sales Community for Economic Empowerment to National Movement.’ Semua orang sales harus bangga dengan langkah profesional mereka, karena kontribusi mereka nyata bagi pertumbuhan ekonomi bangsa,” ujar Indra.
Sebagai tuan rumah, Kartikowati Djoharijah menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada DPD KOMISI Jawa Barat. Ia menekankan bahwa seluruh pengurus dan pembicara nasional tampil tanpa bayaran dalam Bandung Sales Training Summit 2025 bertema “Be Strong or Be Wrong: Leading Sales in The New Reality.”
“Tidak ada satu pun pengurus atau pembicara yang dibayar. Kami hadir karena ada chemistry — semangat pengabdian untuk memajukan profesi sales di Indonesia,” tutur Kartikowati.
Dalam kesempatan yang sama, Dedy Budiman menjelaskan keberhasilan KOMISI menanamkan kurikulum sales di 100 SMK di 30 provinsi, dengan melibatkan lebih dari 1.000 siswa kelas 10.
“Setiap tugas siswa wajib diunggah di LinkedIn agar sejak dini kiprah mereka bisa dilihat publik dan dilirik perusahaan,” jelasnya.
Mulai 2026, KOMISI akan memperluas program ke perguruan tinggi, menjembatani dunia akademik dan industri agar mahasiswa dapat melakukan riset dan magang di perusahaan mitra.
Optimisme di Era Digital
James Gwee, Pembina KOMISI, menegaskan optimisme terhadap masa depan profesi sales di tengah era disrupsi digital.
“Sales adalah profesi yang tidak tergantikan oleh AI. Justru mereka yang mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu akan menjadi pemenang di masa depan,” ujarnya.
Koordinator Divisi Vokasi KOMISI Pusat, Sekar Tyas Nareswari, yang juga memandu jalannya konferensi pers, menutup acara dengan apresiasi dan ajakan kolaboratif bagi media.
“Kami percaya media memiliki peran strategis dalam membentuk citra positif profesi sales. Karena itu, KOMISI membuka ruang kolaborasi dan komunikasi berkelanjutan agar gerakan ini mendapat dukungan lebih luas, termasuk dari pemerintah,” tutur Sekar.
Sekar juga mengumumkan pembentukan Grup Wartawan KOMISI, wadah komunikasi antara asosiasi dan jurnalis. Nantinya, setiap tanggal 11, KOMISI akan mengadakan Zoom Meeting nasional menghadirkan pimpinan sales lintas industri sebagai forum pembelajaran dan inspirasi bersama.
Terima kasih
Untuk informasi lebih lanjut:
Sekar Tyas Nareswari – Koordinator Divisi Vokasi KOMISI Pusat
📞 0878-2134-3475





