Cilacap ,Tribuntipikor.com
Ancaman bencana kini membayangi Empat Desa Diwilayah Kecamatan Patimuan Desa Sidamukti,Desa Rawapu ,Desa Purwadadi ,dan Desa Patimuan Serta Ribuan Hektar Sawah terancam terendam .
Saat awak media Tribuntipikor .com memantau langsung Bersama Kades Rawapu Bambang wiyantoro pada hari Selasa 11 November 2025 Pukul 15:00.
Dari pantauan
Tanggul utama pelindung permukiman sudah mulai tergerus akibat derasnya arus yang berdamoak akan mengancam lumbung pangan di wilayah Dusun Cikadim Desa Rawapu .
Ini sudah mencapai titik kritis, dengan kerusakan akibat abrasi air sungai yang sudah melenyapkan hingga 50% dari tubuh tanggul aslinya.
Kondisi ini membuat ribuan warga setempat hidup dalam kecemasan dan ketakutan.
Ancaman Gagal Panenpun Menghantui warga Desa Rawapu Dusun Cikadim karena Dusun Cikadim Rawapu lagi Mau mulai musim panen padi .
Ketahanan Pangan Nasional sangat di
Kekhawatiran dan di rasakan warga Desa yang terutama tinggal di pinggir Sungai Citanduy ini bukan hanya sebatas keselamatan jiwa tapi akan berakibat kerugian. material dan ketahan pangan .
Kepala Desa Rawaapu, Bambang Wiyantoro, menegaskan bahwa keruntuhan tanggul ini akan membawa dampak ekonomi yang sangat parah.
Jika tanggul ini jebol, dampaknya akan meluas.
Kami perkirakan lahan pertanian warga seluas sekitar 250 hektar akan langsung terendam. Ini berarti ancaman kegagalan panen dan kerugian yang luar biasa,” jelas Bambang.
Ia menekankan bahwa potensi kegagalan panen di lahan seluas itu akan menjadi pukulan telak bagi upaya pemerintah pusat, khususnya program strategis dari Presiden RI terkait Ketahanan Pangan Nasional.
Melindungi infrastruktur pertanian adalah kunci menjaga stabilitas pangan.
Ini bukan hanya masalah desa kami saja tapi ini juga mengancam desa lain dan juga akan menghambat program pemerintah pusat. Kami berharap pihak Balai Besar lebih memperhatikan ini.
“Kami dari pihak Pemdes sudah beberapa kali melaporkan terkait hal tersebut (kerusakan tanggul) kepada BBWS Citanduy,” ucap Kades Rawapu Bambang wiyantoro
Lebih lanjut, Bambang wiyantoro menambahkan bahwa laporan resmi akan segera diperbarui dan dikirimkan kembali mengingat kondisi tanggul yang semakin memburuk.
Dan hari ini juga kami akan susulkan (laporan) keadaan terkini,” imbuhnya, menunjukkan urgensi dan keseriusan Pemdes dalam mendesak perbaikan.
“Harapan kami sangat besar agar pihak terkait, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), segera turun ke lapangan.
Jangan hanya memantau! Kami butuh langkah-langkah konkrit dan cepat berupa pembangunan ulang atau penguatan tanggul permanen sebelum bencana besar benar-benar terjadi dan mengganggu stabilitas pangan dan keselamatan warga,” pungkasnya.
Warga Rawaapu kini hanya bisa berharap perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah agar benteng pertahanan mereka segera diperbaiki.
Jurnalis : Sugeng Rahmat
Korwil :Bralingmascakeb





