FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN BANDUNG JADI TUAN RUMAH TEMU WAKIL DEKAN BIDANG AKADEMIK SE-JAWA

Sumedang, tribuntipikor.com

(24/11) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Dakwah dan Komunikasi Se-Jawa. Acara diselenggarakan pada 24 sampai 25 November 2021 bertempat di Hotel Puri Khatulistiwa, Sumedang, Jawa Barat.

Hadir pada kegiatan tersebut 17 partisipan yang terdiri dari beberapa Dekan sebagai pengarah acara dan Wakil Dekan bidang akademik sebagai peserta yang berasal dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Acara dilaksanakan sebagai forum dialog terbuka upaya penyempurnaan desain implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FDK UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Enjang AS, M.Si., M.Ag menyatakan bahwa agenda temu wadek 1 dilakukan sebagai upaya untuk merumuskan desain kebijakan MBKM dan implementasinya untuk kebutuhan di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
“Kami merasa bangga menjadi tuan rumah agenda ini, di mana didalamnya berkaitan dengan perumusan desain dan implementasi kebijakan MBKM yang harus dilaksanakan secara sinergi dan kolaboratif”, katanya.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag dalam sambutan pengantar pertemuan menyampaikan rasa bangga dan bahagia menjadi tuan rumah dalam gelaran temu wakil dekan bidang akademik ini.
“Kami haturkan selamat datang, wilujeung sumping di Bandung untuk seluruh dekan dan wakil dekan 1 pada agenda ini. Agenda ini menjadi penting sebagai ruang dialog dan produktivitas dalam merespon berbagai kebijakan akademik, yang terbaru berkaitan dengan MBKM”, ungkapnya.

Ahmad Sarbini menambahkan bahwa pelaksanaan agenda ini sebagai amanah dari temu dekanat yang diselenggarakan di Purwokerto beberapa waktu lalu. Di mana agend aini bertujuan untuk mematangkan desain konsep dan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
“Produk dan hasil pematangan pada agenda ini akan menjadi acuan untuk PTKI se-Indonesia. Di mana ini menjadi model penyelenggaraan bagi Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Jawa. Sehingga, hasil dari forum ini akan didiseminasikan”, tambahnya.

Lebih lanjut, Ahmad Sarbini mengungkapkan bahwa pelaksanaan forum ini sebagai ikhtiar dalam merespon secara positif berbagai kebijakan kampus khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
“Kami memandang penting agenda ini sebagai wujud responsif terhadap kebijakan strategis dalam memastikan berlangsungnya ekosistem akademik yang unggul dan kompetitif di Fakultas Dakwah dan Komunikasi”, lanjutnya.

Sekretaris Umum Forum Dekan FDK sekaligus Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Ahmad Syarifudin, MA dalam pengarahan orientasi pertemuan menyampaikan bahwa temu wakil dekan bidang akademik dilaksanakan sebagai forum finalisasi desain dan implementasi kebijakan MBKM di Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
“Forum Dekan FDK menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan dan silaturahmi akademik dalam merespon berbagai kebijakan aktual kampus di Indonesia, wabil khusus di PTKI se-Indonesia. Melalui forum ini diharapkan melahirkan berbagai desain kebijakan yang sinergi dan kolaborasi untuk kemajuan FDK”, ungkapnya.

Karenanya, melalui forum dekanat disepakati berbagai agenda akademik yang dipandang mampu melahirkan konsep dan kesepakatan dalam memperkuat atmosfer akademik di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag hadir mewakili Rektor untuk membuka agenda secara resmi. Dalam sambutannya, Rosihon Anwar menyampaikan bahwa kebijakan MBKM menjadi isu sentral yang harus direspon oleh PTKI di Indonesia.
“Forum-forum yang berkaitan dengan kebijakan MBKM terus dilaksanakan, terutama antar perguruan tinggi Islam di Indonesia. Hal ini menjadi ruang produktif dalam membincangkan berbagai orientasi dan kebijakan strategis akademik di perguruan tingggi”, ungkapnya.

Rosihon menambahkan bahwa isu-isu strategis akademik harus diselesaikan bersama secara sinergi dan kolaboratif. Apalagi dalam menanggapi kebijakan MBKM yang mensyaratkan adanya sinergi di antara perguruan tinggi.
“Kami berharap, melalui forum seperti ini akan melahirkan desain dan konsep rinci berkaitan dengan kebijakan MBKM. Implementasi kebijakan MBKM ada pada wakil dekan 1 yang fokus pada bidang akademik. Sehingga forum ini akan memudahkan dalam merumuskan pedoman pelaksanaan kebijakan MBKM antar PTKI”, tambahnya.
“Kami mengapresiasi kegiatan ilmiah seperti ini. Harapannya dihasilkan rolemodel atau prototype pelaksanaan kebijakan MBKM di perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia”, pungkasnya.

Pos terkait