PT.SAN XIONG STEEL INDONESIA KEMBALI MEMAKAN KORBAN

  • Whatsapp

Tarahan Lampung Selatan, tribuntipikor.com

Terbukti sudah dugaan bahwa PT.SAN XIONG STEEL yang berlokasi di Desa Tarahan Lampung Selatan tidak mengutamakan atau telah melalaikan keselamatan para pekerjanya,dugaan tentang hal dimaksud pernah dikonfirmasi kepada pihak Perusahaan oleh awak media Tribun tipikor beberapa waktu yang lalu dan sudah diberitakan/publikasi baik melalui media cetak dan online Tribun tipikor tepatnya pada tanggal 8 April 2021.

Kala itu Tim awak media TT berdasarkan informasi yang diterima dari warga/nara sumber bahwasanya PT tersebut banyak terdapat pelanggaran yang telah dilakukan salah satunya tentang keselamatan pekerjanya,berdasar hal dimaksud , awak media sesuai dengan tugasnya sebagai kontrol sosial melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan (PT.SAN XIONG),namun sangat disayangkan ketika itu pihak perusahaan tidak mau menerima kedatangan awak media TT ditolak dengan alasan pandemi,”maaf pak saya sudah lapor ke dalam kata bu “CLARA “(HRD) saat ini tidak bisa terima tamu karena masih Covid” kata seorang Security perusahaan tersebut kepada awak media.” coba tolong katakan kami awak media TT hanya ingin konfirmasi sedikit dengan pihak PT” jelas awak media kala itu (“Ada apa PT.San Xiong menolak awak Media” / pemberitaan 6 April 2021.red).

Dugaan tersebut akhirnya terbukti dengan terjadinya kecelakaan kerja pada hari Sabtu, tanggal 19 Juni 2021. yang dialami oleh seorang pekerjanya yang bernama “IDRIS” beralamat di Dusun Suka Bandung Desa Tarahan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan yang begitu parah,kronologis mengerikan yang dialami korban tersebut(IDRIS),diduga dihantam besi tabung Gas/AC yang dipotong oleh rekan kerjanya,potongan besi tabung gas itu terpental menghantam kepala tepatnya wajah korban , Mata ,Saraf dan Pembuluh darah korban terindikasi pecah akibat insiden itu. dan hasil Investigasi Awak media Tribun tipikor baru baru ini keadaan korban saat ini belum siuman masih dalam keadaan Kritis.

Insiden kecelakaan kerja ini bukan kali pertama terjadi di PT.SAN XIONG STEEL INDONESIA yang berlokasi di Desa Tarahan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan tersebut.hasil Investigasi awak media TT dilapangan diduga sebelumnya insiden ini pernah terjadi pada tanggal 16 Mei 2021 tepatnya sabtu malam,yang mengakibatkan 6 pekerjanya mengalami luka serius mereka bekerja di bagian peleburan / tungku cairan.menurut narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya “PT ini bang sudah sering mengalami kecelakaan kerja dan parah parah ,tapi anehnya kok heboh sebentar lalu kasusnya hilang gak ada kabar berita,”ujar nara sumber.”bahkan PT Sanxiong ini sudah pernah di tutup bang tapi anehnya ya itu bang sebentar saja lalu beroperasi kembali,”imbuhnya.

Diindikasi PT.SAN XIONG STEEL INDONESIA ini bukan hanya tentang UU keselamatan para pekerjanya yang mereka lalaikan ataupun mereka langgar ,masih menurut narasumber diduga Limbah Baja/Besi nya tidak ada penampungannya,debu EAF nya tidak memakai cerobong khusus ,dampaknya polusi akibat debunya tersebut kepada warga sekitar .anehnya ,padahal PT.SAN XIONG ini memiliki cerobong khusus untuk pembuangan debu EAF ,tapi kok tidak dipakai,”tambah nara sumber heran.”diduga cerobong khusus itu hanya dipakai ketika Tim Audit akan datang/turun, belum lagi ada indikasi Tenaga Kerja Asing(TKA) nya yang diduga legalitasnya dipertanyakan.(Pemberitaan Tribun tipikor.online 6 April 2021.red).

Dengan adanya insiden kecelakaan Kerja (KK) di PT.SANXIONG yang kerap terjadi ini ,Namun terkesan menjadi hal biasa bagi Perusahaan diduga akibat lemahnya Pengawasan Pihak ataupun Instansi terkait serta disinyalir ada Indikasi keterlibatan Oknum-oknum pihak terkait hingga terkesan Menutup Mata dan adanya semacam Pembiaran hingga diduga seperti ada kepentingan tertentu, demi mencari keuntungan semata.

Permasalahan ini diharapkan dapat benar-benar ditangani dengan serius oleh pihak terkait ,Dinas Tenaga Kerja ,IMIGRASI ,dan Aparat Penegak Hukum (APH),agar Insiden Fatal ini menjadi yang terakhir serta agar dapat memberi Efek jera bagi Perusahaan dan /atau Pelaku Usaha Nakal”.selanjutnya Pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum yang terlibat dapat ditindak sesuai dengan Undang undang serta mekanisme Hukum yang berlaku(EPP/Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *