ADA APA DENGAN PT.SANXIONG TARAHAN LAMPUNG SELATAN MENOLAK AWAK MEDIA

  • Whatsapp

Tarahan Katibung, Lampung Selatan, tribuntipikor.com

Miris kalimat itulah yang pantas diberikan kepada Perusahaan Terbatas (PT) SANXIONG STEEL INDONESIA salah satu perusahaan yang ada di Daerah Lampung Selatan tepatnya berlokasi di Pedukuhan Suka Bandung Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan,bagaimana tidak Miris, Perusahaan yang bergerak dibidang Peleburan Baja/Besi tersebut dalam pengerjaan dan/atau pelaksanaan peleburanya tidak sama sekali mentaati Peraturan serta Undang Undang yang berlaku di Negara Indonesia yang berkaitan dengan Lingkungan Hidup bahkan terkesan sengaja dan Berani menabrak UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) menyebutkan bahwa ”Setiap Usaha dan/atau Kegiatan Wajib memiliki AMDAL atau UKL – UPL serta Wajib memiliki Izin LIngkungan.
Bahkan disinyalir ada dugaan melalaikan paktor keselamatan para pekerjanya khususnya pekerja di bagian peleburanya,sangat mirisnya lagi menurut keterangan Nara Sumber yang tidak ingin disebutkan namaya PT.SANXIONG STEEL INDONESIA ini sebenarnya sudah pernah ditutup sementara disebabkan permasalahan yang serupa pada tahun 2017/2018 namun sepertinya perusahaan tersebut tidak jera bahkan kuat diduga melakukan pelanggaran yang sama, seperti Limbah Baja/Besi nya tidak ada penampunganya,Debu EAF nya tidak memakai cerobong khusus sehingga pembuangan debunya berdampak kepada Warga sekitar anehnya lagi Perusahaan ini memiliki cerobong khusus pembuangan debu EAF namun tidak dipakai, masih menurut Nara sumber cerobong untuk debu EAF tersebut hanya dipakai ketika akan ada Audit saja lalu tambahnya diduga para Pekerja asingnya (TKA) yang di indikasi banyak berasal dari negeri tirai bambu ,keabsahan atau Legalitasnya sebagai tenaga kerja di Indonesia dipertanyakan ???, masih menurut keterangan Nara sumber ,Visa/Pasport mereka diduga bermasalah(ilegal) adapun yang memegang Visa/Pasfort Legal pun kemungkinan besar tidak mereka perpanjang,lalu lanjutnya Izin Lingkunganya tidak diurus atau diperpanjang .


Awak Media Tribun tipikor dan PINews cetak/Online ketika mendatangi kantor PT. SANXIONG yang berada di Desa Tarahan dengan tujuan ingin melakukan Komfirmasi tentang informasi tersebut kepada pihak Management,namun sangat disayangkan tanggapan dari pihak perusahaan justru terkesan menghindar dari Awak Media, itu terlihat dari jawaban HRD nya yang bernama Clara “kami pihak perusahaan tidak menerima tamu karena lagi masa Pandemi”terangnya yang disampaikan lewat seorang Security ,bahkan dijelaskan berulang kali tentang maksud kedatangan Awak Media “Tribun tipikor dan PINews ” hanya ingin mengkonfirmasi prihal informasi tersebut namun tetap pihak perusahaan tidak ingin bertemu para Awak Media bahkan sempat terjadi cekcok mulut antara awak media” Tribun tipikor dan PI News “dengan Oknum Security perusahaan dikarenakan oknum security tersebut melarang awak media untuk mengambil poto kegiatan perusahaan tersebut,”kami hanya diperintah Bang mohon ngertiin posisi kami ,kalau gak kami bisa dipotong gajinya “ujar security ,demi menghindari hal yang terkesan menjurus ke arah kekerasan Awak mediapun meninggalkan lokasi tersebut.
Selanjutnya ketika di konfirmasi Via Whaasap (WA) jusrtru mendapat jawaban yang sangat mengejutkan ” udah basi โ€ฆudah dari zaman duluโ€ฆdan hampir semua PT tidak taat aturan,paling dikasi duit mingkem,” Jawaban yang sangat janggal dan patut dipertanyakan arah dan maksudnya dan anehnya dari Oknum seorang yang mengaku dari Exs Ketua serikat Buruh yang dikenal dengan nama ‘Iwan Tulus’.
Dugaan jelas Konotasi dan makna dari kalimat Oknum Serikat Buruh tersebut sangatlah luas bahkan indikasinya diduga mengarah dan menganggap oknum pejabat terkait di Kabupaten Lampung Selatan gampang disogok dengan uang.
Sungguh sangat disayangkan justru jawaban Menohok serta aneh tersebut justru keluar dari mulut seorang mantan ketua serikat buruh .
Informasi dilapangan yang di dapat Awak Media TT dan PINews semua terjadi diduga karena lemahnya pengawasan pihak terkait serta ditambah lagi ada dugaan ketrlibatan oknum pihak pihak tertentu yang terkesan menutup mata dan pembiaran untuk mencari keuntungan semata.
Dengan adanya temuan permasalahan tersebut ,perlu dilakukan Penyelidikan dan penyidikan oleh Aparat Penegak Hukum serta Instansi terkait dalam hal ini Dinas tenaga Kerja serta pihak Imigrasi.diharapkan agar pihak terkait membentuk Tim dan segera turun ke lokasi kegiatan agar dapat memberi Efek jera bagi pelaku usaha/pengusaha nakal” agar kedepan lebih baik lagi.untuk itu semua Oknum yang terlibat harus bertanggung jawab sepenuhnya dalam permasalahan ini. (RS/FH/EPP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *